Ratusan Korban Gempa Yogya 'Labrak' PLN
Selasa, 04 Jul 2006 11:43 WIB
Yogyakarta - Sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah kena gempa, ditagih rekening PLN. Itulah nasib korban gempa Bantul dan Yogya.Akhirnya, ratusan warga Bantul dan Kota Yogakarta yang tergabung dalam Forum Rakyat Korban Bencana (Forkob) mendatangi kantor PLN Cabang Yogyakarta, Jalan Pangeran Mangkubumi, Kota Yogyakarta, Selasa (4/7/2006).Mereka menuntut agar PLN membebaskan biaya beban berlangganan para korban gempa pada bulan Mei 2006 hingga Mei 2007.Mereka juga mendesak PLN mengembalikan biaya beban berlangganan untuk rekening bulan Mei 2006 yang telah dibayarkan. Alasannya, biaya yang harus dibayarkan oleh warga tidak berdasarkan catatan penggunaan yang akurat, dan hal itu menambah beban yang harus ditanggung korban gempa dalam kondisi saat ini.Sebelum mendatangi kantor PLN Cabang Yogyakarta, warga Bantul sudah mendatangi Kantor PLN Unit Pelayanan Bantul, namun belum mendapatkan jawaban memuaskan.Para korban gempa ini datang berbondong-bondong menggunakan sepeda motor dan menuntut Kepala PLN Cabang Yogyakarta menemui dan memberikan penjelasan.Aksi ini sempat ditahan oleh satpam yang berjaga di pintu masuk. Setelah terjadi negosiasi yang cukup lama, akhirnya pimpinan PLN bersedia menemui warga di salah satu ruangan.Hingga pukul 11.30 WIB, pertemuan masih berlangsung dan warga tetap menuntut semua tuntutannya agar dipenuhi.Menurut Okky, salah satu korlap, pihaknya tetap meminta agar PLN tidak melakukan diskriminasi terhadap warga yang tertimpa bencana, berkaitan dengan pemberian bantuan berupa biaya gratis penggunaan listrik hingga 31 Mei 2007.Okky meminta agar fasilitas itu tidak berdasarkan pada rumah warga yang rusak atau roboh saja, tetapi harus merata kepada seluruh warga.Okky juga mengatakan, beberapa waktu lalu para petugas PLN sudah mengambil dan mencopot meteran listrik yang ada di rumah-rumah warga yang rusak. Namun setelah itu, muncul tagihan dari PLN.
(nrl/)











































