Fadli Zon Dukung Laksamana Yudo di Bursa Panglima TNI: Biar Ada Pergiliran

ADVERTISEMENT

Fadli Zon Dukung Laksamana Yudo di Bursa Panglima TNI: Biar Ada Pergiliran

Nahda Rizki Utami - detikNews
Senin, 12 Sep 2022 17:16 WIB
Fadli Zon
Fadli Zon (detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi I DPR Fadli Zon bicara soal Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono masuk bursa Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa. Fadli Zon menilai peralihan kepemimpinan dari matra Angkatan Darat ke Angkatan Laut bagus.

"Saya kira dari Angkatan Laut baik juga. Karena biar ada semacam pergiliran karena kemarin juga kan menjadi kandidat yang kuat, ya. Kemudian dipilih Pak Andika, itu saya kira pilihan yang tepat," kata Fadli Zon kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/9/2022).

Fadli Zon melihat potensi Yudo sebagai Panglima TNI dapat memperkuat matra Angkatan Laut.

"Kalau sekarang dari Angkatan Laut (AL), saya kira bukan hal yang salah. Itu bisa memperkuat matra yang berbeda dengan yang sekarang, maksud saya memperkuat matra laut. Terutama, tadi dilihat visi ke depan memperkuat armada laut, ancaman di Laut China Selatan dan sebagainya," jelasnya.

Menurut Fadli Zon, seorang Panglima TNI harus bisa menguatkan TNI secara keseluruhan. Seorang Panglima TNI, lanjutnya, juga harus bisa melihat ancaman-ancaman yang akan terjadi ke depannya.

"Kalau menurut saya, harusnya orang yang bisa mengonsolidasi TNI secara keseluruhan dan juga bisa melihat secara nyata ancaman kita ke depan apa saja, termasuk di tingkat regional gitu ya. Kemudian memiliki visi yang sama dengan Kemenhan, terutama persoalan alutsista kita yang masih terbatas," ujarnya.

Fadli Zon kemudian kembali bicara soal kemungkinan Yudo yang menggantikan Andika sebagai Panglima TNI. Namun dia menyerahkan sepenuhnya kepada Pesiden Joko Widodo (Jokowi) yang mempunyai hak prerogatif untuk menentukan.

"Menurut saya bisa saja. Cuma terserah ke Presiden yang punya hak prerogatif untuk menentukan. Yang jelas secara perundang-undangan mereka yang pernah jadi kepala staf. Itu tergantung dari Presiden untuk menilai," ucapnya.

"Bisa saja keperluan untuk digilirkan, bisa saja kebutuhan agak berbeda. Saya kira judgement-nya di presiden untuk menilai kebutuhan itu," sambungnya.

Seperti diketahui, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa bakal memasuki masa pensiun pada Desember 2022. Menko Polhukam Mahfud Md menjelaskan proses pergantian Panglima TNI sudah ada mekanismenya.

"Iya sudah ada mekanismenya. Ditunggu saja," kata Mahfud kepada wartawan, Jumat (9/9/2022).

Mahfud mengaku tidak tahu siapa yang akan menjadi Panglima TNI berikutnya. Mahfud mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengajukan nama calon Panglima TNI ke DPR.

"Oh ndak tahu. Itu Presiden itu yang akan ajukan ke DPR. Ditunggu aja," ujar Mahfud.

(nhd/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT