AS Abaikan Ancaman Nuklir Korut
Selasa, 04 Jul 2006 09:46 WIB
Washington - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengabaikan ancaman serangan nuklir yang dilontarkan seterunya, Korea Utara (Korut). Washington pun mendesak Pyongyang untuk kembali mengikuti negosiasi nuklir.Pemerintah Korut pada Senin 3 Juli kemarin, mengancam akan melawan setiap serangan AS dengan kekuatan dahsyat nuklirnya. Korut juga menuding AS telah meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea.Namun Gedung Putih menanggapi dingin ancaman Korut itu. "Itu statemen mengenai apa yang bisa terjadi jika sesuatu yang belum terjadi, terjadi. Itu masih sangat bersifat hipotesis," cetus juru bicara Gedung Putih Tony Snow seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (4/7/2006).Sejak November 2005 lalu, Korut telah memboikot pertemuan nuklir enam negara untuk menyelesaikan masalah nuklir Korut. Alasannya, Korut hanya akan kembali ke meja perundingan setelah AS mencabut sanksi-sanksi finansial.Senada dengan Gedung Putih, Departemen Luar Negeri (Deplu) AS menyatakan, pemerintah tidak punya rencana untuk melancarkan serangan ke Korut. "Seperti yang telah disampaikan presiden dan menteri, AS tidak punya niat untuk menyerbu atau menyerang Korut," tegas Julie Reside, juru bicara Deplu AS.Negosiasi nuklir enam negara melibatkan Korut, Korea Selatan (Korsel), Jepang, Rusia, AS dan Cina. Dalam deklarasi bersama pada September 2005, Korut secara prinsip setuju untuk mengakhiri program senjata atomnya dengan imbalan jaminan keamanan dan diplomatik serta bantuan energi. Namun sejak November 2005, perundingan multinasional terhenti setelah Washington menolak tuntutan Pyongyang untuk menghapus sanksi finansial AS.
(ita/)











































