Buruh Demo di Patung Kuda, Bawa Spanduk 'Mati Hati Nurani Presiden-DPR'

ADVERTISEMENT

Buruh Demo di Patung Kuda, Bawa Spanduk 'Mati Hati Nurani Presiden-DPR'

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Senin, 12 Sep 2022 12:46 WIB
Jakarta -

Massa buruh menggelar demo di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat (Jakpus). Massa datang membawa replika keranda dengan spanduk tuntutan demo.

"Turut berduka matinya hati nurani Presiden dan DPR menaikkan harga BBM disa'at rakyat menderita," demikian tertulis dalam spanduk seperti dilihat, Senin (12/9/2022).

Bersama dengan itu, orator menyampaikan sejumlah tuntutan dari atas mobil komando. Tuntutan pertama adalah menolak kenaikan harga BBM.

"Kedua, kita menolak UU Cipta Kerja. Tuntutan kita dari tahun ke tahun UU Cipta Kerja akan terus kita suarakan, sampai dengan pemerintah mencabut klaster ketenagakerjaan. Ketiga, meminta kenaikan upah. Kita tahu tahun 2021, 2022, naik upah nggak? Dengan PP 36 maka dapat dipastikan maka 5-10 tahun ke depan, khususnya yang wilayah Kabupaten itu nggak akan naik," ujar orator.

Buruh Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di JakpusBuruh Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Jakpus (Rizky/detikcom)

Pantauan detikcom di lokasi pukul 12.23 WIB, massa memadati salah satu sisi Jalan Merdeka Barat. Massa mengenakan pakaian berwarna biru dengan membawa sejumlah atribut organisasi dan properti demo.

Kawat berduri dan separator dipasang petugas. Selain itu, sejumlah kendaraan taktis (rantis) juga bersiaga di sekitar lokasi.

Diberitakan sebelumnya, polisi mengerahkan total 6.142 personel untuk pengawalan dan penjagaan aksi demonstrasi kenaikan harga BBM. Salah satu yang akan dikawal yakni aksi PA 212 bersama ormas lainnya di Istana Negara.

"Kemudian untuk perkuatan pasukan yang diturunkan 6.142 personel," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan kepada detikcom, Minggu (11/9).

Nantinya, polisi akan menutup sejumlah ruas jalan untuk mengantisipasi aksi tersebut. Salah satunya di Jalan Merdeka Barat dan Harmoni.

"Mulai pukul 11.00 WIB Jalan Merdeka Barat dan Harmoni akan ditutup," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Usman Latif melalui pesan singkat.

(knv/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT