Tarif Integrasi TransJakarta Non-BRT Akan Diterapkan Bertahap

ADVERTISEMENT

Tarif Integrasi TransJakarta Non-BRT Akan Diterapkan Bertahap

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 11 Sep 2022 20:43 WIB
Pengemudi bus TransJakarta bersiap mengoperasikan kendarannya di Jakarta, Kamis (18/8/2022). Pemprov DKI Jakarta menerapkan pembelian tiket tarif integrasi transportasi tiga moda yakni MRT, LRT dan TransJakarta baru bisa dilakukan melalui aplikasi JakLingko, karena kartu uang elektronik yang diterbitkan bank lainnya masih dalam proses penggabungan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta -

PT JakLingko Indonesia bakal memberlakukan tarif integrasi di layanan bus TransJakarta non-BRT secara bertahap. Selain menggunakan aplikasi JakLingko, pembayaran tarif integrasi juga bisa melalui kartu uang elektronik.

"Non-BRT bertahap ya, nanti non-BRT yang terintegrasi dengan halte, sempat masuk ke halte dan juga terintegrasi dengan MRT dan LRT karena itu titik tarif integrasinya," kata Direktur Utama PT JakLingko Indonesia Muhammad Kamaluddin saat dikonfirmasi, Minggu (11/9/2022).

Kamal menjelaskan kartu uang elektronik untuk seluruh bank bisa digunakan membayar tarif integrasi LRT, MRT maupun TransJakarta. Nantinya kartu uang elektronik tetap akan terintegrasi dengan aplikasi JakLingko.

"Jadi pembacaan lebih cepat tapi tetap terintegrasi dengan aplikasi, untuk data penumpangnya ada di aplikasi, tapi tapping menggunakan kartu bank," jelasnya.

"Kami sudah tes, jadi misalnya pakai kartu di non-BRT TransJ, itu dikartunya sudah terekam naik TransJ, waktu naik MRT dia hitung nggak tarif biasa, tapi udah tarif integrasi," tambahnya.

Di samping itu, pihaknya telah melakukan perbaikan layanan tarif integrasi selama uji coba sebulan terakhir ini. Setelahnya, pihaknya segera meresmikan layanan tarif integrasi dalam waktu dekat.

"Akan diresmikan 1-2 minggu ini, sedang koordinasi dengan Pemprov DKI, nanti pada saatnya akan undang wartawan," tandasnya.

Seperti diketahui, layanan tarif integrasi telah diterapkan coba sejak Agustus lalu. Penerapan tarif integrasi 3 mode transportasi ini dapat memangkas ongkos perjalan. Misalnya, rute dari Stasiun LRTJ Boulevard Selatan menuju Stasiun MRT Cipete Raya, jika menggunakan sistem integrasi hanya dikenakan tarif Rp 7.500. Sedangkan tarif normal mencapai Rp 16.500.

Contoh lainnya rute Stasiun MRT Fatmawati menuju Halte Gatot Subroto Jamsostek arah Timur BRT (TransJakarta). Tarif normal rute ini mencapai Rp 10.500, sedangkan dengan penerapan tarif integrasi hanya dikenakan Rp 5 ribu.

Khusus untuk moda Transjakarta, pada tahap awal tarif integrasi berlaku di ruas BRT (Bus Rapid Transit) yaitu Transjakarta dengan scan-in ticket di halte koridor. Untuk non-BRT seperti Metrotrans, Minitrans dan Mikrotrans dengan scan-in ticket di armada yang umumnya terdapat di samping sopir, belum dapat dilakukan dan masih dalam tahap pengembangan.

(taa/maa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT