Jokowi 'Jewer' Imigrasi, Posisi Dirjen Definitif Kini Masih Dilelang

ADVERTISEMENT

Jokowi 'Jewer' Imigrasi, Posisi Dirjen Definitif Kini Masih Dilelang

Dhani Irawan - detikNews
Minggu, 11 Sep 2022 12:57 WIB
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly
Menkumham Yasonna Laoly (Rakean Radhana Natawigena/20detik)
Jakarta -

Posisi Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi kini masih dilelang. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly pun mengatakan proses open bidding atau lelang jabatan terbuka untuk mengisi posisi tersebut saat ini sedang berproses.

Posisi Dirjen Imigrasi ini mendapat sorotan usai disentil Jokowi. Dalam rapat di Istana Merdeka, Jokowi 'menjewer' imigrasi karena masih menggunakan 'gaya lama' dalam melayani masyarakat dan bahkan mengancam mengganti Dirjen Imigrasi. Kendati demikian, saat ini posisi Dirjen Imigrasi masih diisi pelaksana tugas (plt).

Yasonna mengungkapkan sudah satu bulan proses lelang terbuka posisi Dirjen Imigrasi berlangsung. Dia mengatakan saat ini tahapan seleksi pun tinggal memasuki proses final.

"Sudah satu bulan proses open bidding untuk Dirjen. Tinggal tahap akhir," kata Yasonna kepada wartawan, Minggu (11/9/2022).

Sebagai informasi, jabatan Dirjen Imigrasi saat ini masih diisi oleh Plt, yaitu Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional Kemenkum HAM Widodo Ekatjahjana. Widodo menjabat Plt Dirjen Imigrasi sejak 20 Juni 2021. Dia menggantikan pejabat sebelumnya yang masuk masa pensiun Jhoni Ginting.

Namun, seleksi terbuka untuk posisi Dirjen Imigrasi baru diumumkan oleh Kemenkumham pada 27 Juli 2022 lalu. Seleksi terbuka ini diumumkan melalui Pengumuman Nomor SEK-KP.03.03-573 tentang Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Hukum dan HAM Tahun 2022.

Seleksi terbuka untuk Dirjen Imigrasi ini bisa diikuti pegawai negeri sipil pusat/daerah, prajurit TNI, serta anggota Polri yang memenuhi persyaratan.

Jokowi 'Jewer' Imigrasi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyentil imigrasi karena masih menggunakan 'gaya lama' dalam melayani masyarakat. Pangkal masalahnya, Jokowi menerima keluhan dari para investor terkait sulitnya mengurus visa di imigrasi.

Hal tersebut diungkap Jokowi dalam rapat yang digelar di Istana Merdeka pada Jumat (9/9) lalu. Jokowi mulanya menyoroti soal visa dan Kitas. Jokowi ingin pemberian visa dilihat dari besarnya investasi,jumlah lapangan kerja yang terbuka hingga kontribusi terhadap peningkatan ekspor.

"Jadi orang diberikan, baik itu yang namanya visa, yang namanya Kitas-kalau kita ya-mereka melihat itu. Kalau dia investor, investasinya berapa, sih? Dia lihat, negara itu pasti lihat. Dia membuka lapangan kerja berapa ribu orang, sih? Atau memberikan kontribusi terhadap ekonomi kita berapa, sih? Orientasinya mesti harus ke sana. Atau meningkatkan ekspor berapa, sih?" kata Jokowi.

Jokowi bahkan banyak menerima keluhan dari beberapa investor yang mengaku kesulitan mendapatkan visa. Melihat itu, Jokowi ingin imigrasi mengubah total sistem kerjanya sehingga mampu memudahkan dan menggaet para investor datang ke Indonesia.

Jokowi menegaskan hal ini sangat penting dan bermanfaat bagi rakyat Indonesia. Jokowi pun mengancam akan mengganti dirjen sampai bawahan di imigrasi bila tak mampu melakukan perubahan di sistem imigrasi Indonesia.

"Ini yang begini-begini ini bermanfaat sekali bagi rakyat kita. Kita harus mulai betul-betul, Pak Menteri, mengubah ini, Pak. Ganti itu kalau kira-kira memang tidak punya kemampuan untuk reform seperti itu, ganti semuanya dari dirjen sampai bawahnya, ganti, akan berubah. Kalau tidak, tidak akan berubah," tuturnya.

Simak Video: Masih Pakai Gaya Lama, Jokowi Usul Struktur Ditjen Imigrasi Dirombak!

[Gambas:Video 20detik]



(mae/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT