Kerusuhan Berhenti, Pengusaha Hotel di Maluku Bangkit Lagi

Kerusuhan Berhenti, Pengusaha Hotel di Maluku Bangkit Lagi

- detikNews
Senin, 03 Jul 2006 23:55 WIB
Ambon - Berhentinya kerusuhan di Ambon, membuat pengusaha hotel di Maluku bangkit lagi. Dengan sisa modal dan semangat yang ada, mereka berusaha lagi menggerakkan bisnis perhotelan."Mulai tahun ini, kita mulai merenovasi kembali hotel-hotel. Belasan hotel sudah beroperasi lagi," ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maluku, Andre J. Sitanala kepada wartawan di hotel miliknya, Hotel Mutiara, Jalan Pattimura, Ambon, Senin (3/7/2006).Saat kerusuhan terjadi banyak hotel yang rusak, baik karena menjadi sasaran kerusuhan langsung maupun tidak langsung karena tidak dirawat oleh pemiliknya. "Hampir semua hotel rusak, bukan hanya karena kerusuhan langsung, tetapi juga akibat tidak adanya maintenance," imbuh Andre.Di propinsi Maluku sendiri saat ini tersedia puluhan hotel, dari bintang 3 sampai kelas melati. "3 hotel bintang 3, 5 hotel bintang 2, 3 hotel bintang 1, dan sisanya hotel kelas Melati. Selain itu juga ada 2 resort pantai yang masih beroperasi," kata Andre.Saat ini pertumbuhan angka hunian meningkat, namun belum sebesar seperti saat sebelum kerusuhan. Kenaikan angka hunian hotel juga masih didominasi oleh pebisnis dan pejabat yang berkunjung. "Pertumbuhan ada, tapi belum mencapai seperti sebelum kerusuhan. Kunjungan bisnis dan pejabat meningkat, tapi pariwisata belum," ucap Andre.Untuk meningkatkan pariwisata itu, Andre mencoba menjalin kerjasama dengan banyak pihak untuk mempromosikan wisata Maluku. Termasuk dengan masuknya berbagai maskapai penerbangan ke Ambon, membuat Andre semakin bergairah untuk menggiatkan kembali pariwisata di Ambon. Andre juga mencoba menjual potensi-potensi wisata Maluku yang didominasi oleh wisata bahari."Maluku tidak hanya punya Banda, tapi pulau Ambon juga punya objek-objek wisata yang menakjubkan," tuturnya.Di samping itu, PHRI berharap adanya dukungan pemerintah yang lebih besar untuk menggiatkan kembali bisnis pariwisata yang merupakan andalan Pendapatan Asli Daerah propinsi Maluku setelah sektor perikanan dan kehutanan. "Bentuk dukungan itu bukan hanya anggaran yang lebih besar, tapi juga kemudahan birokrasi. Misalnya wisatawan asing dipermudah dalam mengurus visanya," papar Andre. (wiq/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait