7 Pembangkit Rusak, Krisis Listrik Ancam Sumatera
Senin, 03 Jul 2006 20:06 WIB
Padang - 7 Unit pembangkit listrik di wilayah Sumatera berada dalam kondisi rusak. Ini menyebabkan jaringan interkoneksi Sumatra Bagian Tengah (Sumbagteng) dan Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) kekurangan daya sebanyak 160 Megawatt (MW) pada beban puncak.Meski terus berupaya melakukan perbaikan, pihak PLN menilai peralatan tersebut sudah saatnya menjalani pemeliharaan dan penggantian. Hingga saat ini, PLN juga belum dapat memastikan kapan seluruh unit pembangkit tersebut beroperasi kembali seperti biasa.Hal ini disampaikan Manajer Komunikasi Hukum dan Administrasi (HKA) PLN Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban (P3B) Sumaera, Eddy M. Isral, kepada detikcom, Senin (3/7/2006).7 Unit pembangkit listrik yang rusak itu yakni, Unit I Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Simpang Tiga Palembang, Unit II Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ombilin, Sawahlunto, Unit II PLTG Teluk Lembu, Pekan Baru, Unit II PLTG Pauh Limo, Padang, Unit I PLTG Borang, Palembang, serta Unit I dan II PLTA Musi, Palembang. "Kerusakan tersebut menyebabkan terjadinya kekurangan daya dari kapasitas maksimalnya," ujarnya.Dikatakan Eddy, biasanya bila terjadi kerusakan pada pembangkit listrik itu, PLN akan memaksimalkan produksi di sejumlah PLTA. Namun, saat ini hal itu juga menjadi masalah karena debit air danau yang menggerakkan sejumlah PLTA juga mengalami penurunan yang signifikan. Kesulitan lainnya, Pertamina juga mengurangi pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk PLTG hingga 50% akibat hutang yang belum dibayar. Dijelaskannya, PLTA Singkarak sekarang hanya bisa berproduksi 76 MW dari 175 MW kapasitas maksimalnya, PLTA Maninjau 66 dari 68 MW dan PLTA Batang Agam 4 dari kapasitas maksimalnya 10 MW."Kita terpaksa mengurangi pasokan 40 MW untuk Sumbar, 25 MW untuk Riau, 15 MW untuk Jambi, 45 MW untuk Palembang dan Bengkulu serta 36 MW untuk Lampung," tuturnya.Lebih lanjut, Edi mengatakan, solusi yang dijalani PLN di sejumlah wilayah saat ini adalah dengan melakukan pemadaman bergilir. "Kita dituntut untuk berhemat, oleh sebab itu kita juga menghimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan listrik," tandas Eddy.
(wiq/)











































