Relief Well Dilakukan Jika Snubbing Unit Gagal
Senin, 03 Jul 2006 17:22 WIB
Jakarta - Pemerintah bersiap-siap melakukan pengeboran relief well pada sumber luapan lumpur panas di Porong, Sidoarjo. Langkah ini dilakukan jika snubbing unit gagal menghentikan semburan lumpur panas.Demikian ditegaskan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro kepada wartawan usai rapat kerja dengan Komisi VII di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/7/2006)."Kita menyiapkan relief well jika memang snubbing unit tidak berhasil. Dan untuk ini kita sudah menyiapkan menara bor," kata Purnomo.Pemasangan snubbing unit sendiri sudah dilakukan. Saat ini alat tersebut mulai melakukan kegiatan well logging. Kegiatan ini akan berlangsung sekitar 1 bulan.Sedangkan untuk kegiatan relief well nantinya diperlukan pond (kolam penampung lumpur) seluas 145 hektar. Saat ini telah dibangun 4 pond yang dapat menampung 600 ribu m3 lumpur. Dan 4 pond baru tengah disiapkan."Semburan lumpur panas sudah mulai berkurang seiring dengan kegiatan snubbing unit yang sudah terpasang di lokasi sumur Banjar Panji I," ujar Purnomo.Mengenai sumber luapan lumpur panas, berdasarkan hasil investigasi sementara disimpulkan berasal dari lapisan air formasi pada kedalaman 6.000 feet. Tim investigasi masih membahas kesimpulan akhir soal penyebab kejadian ini. Tim ini beranggotakan sejumlah tenaga ahli perminyakan dan geologi dari ITB, UGM dan UPN Veteran Yogayakarta. Pemerintah saat ini juga telah membentuk 3 tim baru yang memiliki tugas berbeda. Tim I bertugas menangani upaya penutupan sumber luapan. Tim ini dikoordinir oleh BP Migas, Lapindo, Departemen ESDM dan tim investigasi.Tim II bertugas menangani luapan lumpur di permukaan yang dikoordinir oleh Zipur Kodam Brawijaya, Kementerian KLH, dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS)."Sedangkan tim III bertugas menangani masalah sosial. Termasuk ganti rugi dan pengungsian yang dikoordinir oleh Bupati Sidoarjo," tutur Purnomo.
(djo/)











































