Sopir Taksi Mogok, Transportasi Italia Kacau

Sopir Taksi Mogok, Transportasi Italia Kacau

- detikNews
Senin, 03 Jul 2006 16:45 WIB
Roma - Para sopir taksi di seluruh Italia melancarkan aksi mogok kerja. Ini merupakan protes atas rencana deregulasi yang diumumkan Perdana Menteri (PM) Italia Romano Prodi.Tak pelak lagi, aksi mogok ini menimbulkan kekacauan transportasi. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (3/7/2006).Pemerintahan Prodi pada Jumat 30 Juni lalu mengumumkan, langkah-langkah mengejutkan untuk memotong birokrasi dan meningkatkan persaingan para sopir taksi, perusahaan transportasi umum, pengacara dan apoteker.Prodi berencana memperbanyak jumlah izin taksi dan mengeluarkan izin sementara. Rencana ini langsung disambut kelompok konsumen sebagai satu langkah maju untuk memangkas ongkos taksi. Sesuai rencana ini, perusahaan-perusahaan swasta akan diizinkan untuk mengelola layanan transportasi umum dan supermarket dibolehkan menjual obat-obat penghilang rasa sakit. Sementara para pengacara akan dilarang menetapkan biaya minimum.Para sopir taksi menolak keras rencana tersebut. Pada Senin 3 Juli ini, para pengendara taksi memblokir jalan-jalan dan menolak menerima penumpang. Buntutnya, banyak orang yang terjebak di bandara dan sejumlah penerbangan pun tertunda."Akan ada demo nasional pada 11 Juli, namun sebelum itu, para sopir taksi di semua kota akan melakukan apa yang mereka anggap sesuai untuk mengungkapkan kemarahan mereka," cetus Ermanno Simiani, kepala serikat sopir taksi CAT di Bologna."Jika semua izin itu dikeluarkan, maka bisa datang orang-orang ke dunia kami yang tidak bisa dipercaya para penumpang. Padahal ada ibu-ibu yang mempercayakan kami untuk membawa anak-anak mereka, orang sakit yang menelepon taksi karena itu aman," imbuh Simiani. Sekitar 300 sopir taksi melancarkan protes mereka di bandara Linate, Milan. Di Kota Turin, para pengemudi taksi memblokir bandara Caselle. Akibatnya, beberapa penerbangan diundur keberangkatannya karena harus menunggu para penumpang yang terpaksa berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum. Bahkan banyak para wanita yang memakai sepatu berhak tinggi tergopoh-gopoh berjalan kaki. Sambil jalan, mereka terus berusaha menghubungi layanan taksi. Namun sia-sia.Bahkan di bandara Fiumicino, Roma, tidak satu pun taksi yang terlihat. Yang ada cuma layanan limosin. Itu pun sudah kebanjiran order sehingga cuma bisa mengangkut penumpang yang telah lebih dulu memesan. (ita/)


Berita Terkait