TNI Harus Berani Usut Koes Agar Tak Ada Penimbun Senjata Lagi

TNI Harus Berani Usut Koes Agar Tak Ada Penimbun Senjata Lagi

- detikNews
Senin, 03 Jul 2006 16:26 WIB
Klaten - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nurwahid mendukung upaya Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Djoko Santoso untuk mengusut penemuan 145 senjata beserta amunisi di rumah mantan Waaslog KSAD Brigjen Koesmayadi yang akrab disapa Koes. Upaya itu merupakan tantangan bagi TNI AD untuk membuktikan bila TNI betul-betul sudah berada di era baru."Pada prinsipnya hal itu merupakan suatu tantangan pihak TNI untuk membuktikan bila TNI betul-betul di era baru. Bukan lagi pada era TNI dengan Dwifungsi dengan represinya itu," kata Hidayat di sela-sela acara Dzikir dan Doa Bersama yang diselenggarakan Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) di Lapangan Kebon Dalem Kidul Kecamatan Prambanan, Klaten, Senin (3/7/2006).Menurut dia, apa yang sudah dilakukan KSAD adalah suatu hal yang baik untuk menghadirkan transparansi dan tindakan berani untuk mengusut tuntas. Oleh karena itu, pihaknya mendukung sepenuhnya upaya yang dilakukan KSAD tersebut. Sebab bila tidak diusut, dikhawatirkan ada Koesmayadi-Koesmayadi yang lain yang menyimpan senjata yang mungkin tidak kalah banyaknya dan tidak kalah canggihnya. "Bila tidak dilakukan dikhawatirkan akan memunculkan banyak spekulasi. Misalnya spekulasi skenario agen asing, skenario konflik antar kelompok di daerah seperti di Poso dll," katanya.Dia menegakan kasus itu menjadi sebuah pekerjaan rumah yang sangat menantang bagi TNI untuk membuktikan bila TNI betul-betul sudah reformis. Karena itu, TNI harus berani mengusut sampai tuntas. "Bila itu terjadi maka itu akan baik bagi TNI, rakyat, dan untuk keamanan rakyat Indonesia," demikian Nurwahid. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait