Gus Dur: Apa Ada Urusan Kudeta?
Senin, 03 Jul 2006 15:58 WIB
Jakarta - Mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau sering dipanggil Gus Dur mengaku tidak tahu-menahu dan tidak mau tahu dengan kasus penemuan puluhan senjata dan ribuan amunisi di kediaman Waaslog KSAD Alm Brigjen TNI Koesmayadi. Meski mengaku tidak tahu-menahu, Gus Dur tetap berharap kasus ini diperiksa dan diteliti. "Tetapi jangan mengambil kesimpulan apa-apa dulu," kata Gus Dur di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (3/6/2006).Gus Dur juga mempertanyakan berbagai isu yang berkembang di masyarakat, terutama soal isu kudeta. "Ada apa urusan kudeta?" ujarnya. Berikut wawancara wartawan dengan Gus Dur: Soal penemuan senjata di rumah Koesmayadi, bagaimana menurut Gus Dur?Saya tidak tahu. Jangan tanya saya.Apakah seorang perwira tinggi boleh menyimpan senjata begitu banyak?Saya tidak tahu. Apa itu koleksi apa bukan. Dan siapa yang paranoya (paranoid), sehingga ketakutan dengan senjata-senjata itu. Saya juga tidak tahu.Apakah penimbunan senjata sebanyak itu mengarah ke bisnis kotor militer?Saya tidak tahulah.Sebagai mantan presiden, pernah berhubungan dengan militer?Setahu saya orang berdasarkan profesinya bisa mengoleksi barang tertentu. Jadi kalau koruptor saja koleksi korupsi kok. Semuanya begitu. Koleksi barang antik sampai senjata. Kenapa kita harus pusing-pusing amat. Bukan urusan kita. Kalau mau kudeta, itu kan cuma 140 pucuk dan 30 (butir) butir peluru, bisa nggak bikin kudeta seperti itu. Jadi kita harus hati-hati. Jangan cepat mengambil kesimpulan. Saya tidak belain siapa-siapa.Kalau bisnis kotor militer?Saya tidak tahu.Apa yang harus dilakukan Panglima TNI dan DPR?Diperiksa dengan teliti dong. Tetapi jangan mengambil kesimpulan apa-apa dulu. Itu hanya yang saya minta, apa ada utusan kudeta.
(jon/)











































