Mahasiswa Gelar Aksi 7 Hari 7 Malam Minta Soeharto Diadili

Mahasiswa Gelar Aksi 7 Hari 7 Malam Minta Soeharto Diadili

- detikNews
Senin, 03 Jul 2006 15:47 WIB
Jakarta - Aksi seharian penuh rupanya sudah tidak begitu menantang bagi demonstran. Tidak tanggung-tanggung, aksi 7 hari 7 malam pun rencananya akan "dipersembahkan" untuk Soeharto.100-an Demonstran meminta Soeharto diadili. Mereka merupakan mahasiswa dan pemuda dari berbagai elemen seperti ARBAS, GMKI, Front Nasional, GMS Jaya, Amanad UBK. Aksi digelar di depan Istana Merdeka.Sebelumnya pengunjuk rasa melakukan longmarch dari kampus Universitas Bung Karno (UBK) menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan akhirnya berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (3/7/2006).Demonstran berasal dari Jawa Barat seperti Bandung, Garut, Tasikmalaya, Cirebon, kemudian Tangerang dan Banten. Namun mereka gagal masuk ke Jakarta karena bus yang akan menjemput mereka dihadang oleh aparat kepolisian. Namun ada sebagian kecil yang bisa masuk dengan menggunakan kereta api."Sebagian mahasiswa dan pemuda dari Jawa Barat dihadang agar tidak masuk ke Jakarta dengan alasan angkutan umum tidak boleh dicarter. Kalaupun dicarter, harus dengan prosedur kepolisian," kata Bejo salah satu koordinator aksi.Para penunjuk rasa saat sedang melakukan orasi di depan Istana. Mereka membawa spanduk dengan tulisan, "Adili Soeharto atau SBY-JK Turun".Selain itu ada poster dengan tulisan, "Usir Soeharto dari Indonesia", "Jangan Lupakan Tragedi Tanjung Priok, Trisakti, Malari, Semanggi, Kedung Ombo, Penculikan Aktivis, Penembakan Misterius".Jika aksi siang hari digelar di Istana, aksi malam hari akan dipusatkan di kampus UBK. "Tampaknya kepolisian sudah tahu tentang aksi 7 hari 7 malam kita. Tidak masuk akal bus dihentikan dengan alasan yang tidak masuk akal," kata aktivis ARBAS, Lambong. (san/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads