Kalla & Si Kuning yang Hilang
Senin, 03 Jul 2006 15:17 WIB
Jakarta - Babak perempat final Piala Dunia (PD) telah berlalu. Para kandidat juara bertumbangan. Salah satunya Brazil. Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla termasuk yang kecewa dengan tumbangnya Brazil. Bagi dia, bila si kuning sudah hilang, PD tak ada artinya. "Bila si kuning sudah tidak ada, maka piala dunia sudah tidak menarik lagi," kata Kalla di awal sambutannya saat bertemu para pimpinan media massa di kediaman dinas Wapres, Jl. Diponegoro nomor 2, Jakarta Pusat, Minggu (2/7/2006). Kalla sengaja membuka pertemuan informal ini dengan obrolan piala dunia. Ini berawal dari pertanyaan dari salah seorang pemimpin redaksi yang menanyakan mengapa pertemuan digelar di hari Minggu malam, saat hari libur. Jawaban Kalla enteng saja. Ini karena bola. "Karena malam ini tidak ada pertandingan bola, makanya pertemuan ini digelar," kata Kalla yang berbalut batik warna emas-hijau ini yang disambut gelak tawa para tamu yang hadir. Menurut dia, tidak hanya wartawan saja yang menyesuaikan kerjanya dengan jadwal PD. Kalla dan para menteri juga sama. Bahkan, saat rapat bersama sejumlah menteri di rumah dinasnya Sabtu (1/7/2006) malam lalu, Kalla mewajibkan rapat harus ditutup sebelum pukul 22.00 WIB. "Sebelum rapat mulai, saya katakan rapat harus selesai pukul 21.30 WIB," ujar Ketua Umum DPP Partai Golkar ini yang menjagokan Brazil karena berkaos kuning ini. Warna kuning ini sama dengan lambang Partai Golkar. Begitu Brazil dikalahkan Prancis pada Minggu (1/7/2006) dini hari, maka Kalla menilai PD sudah tidak menarik lagi. "Bila kuning sudah tidak ada, maka sudah tidak menarik lagi," tutur Kalla yang berbicara dalam suasana humor ini. Empat tim yang masih bertahan di semifinal adalah Portugal, Jerman, Italia, dan Prancis. "Kalau biru masih ada dua," ujar Kalla terkekeh sambil menunjuk ke arah Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sodibyo yang duduk di sebelah Kalla. Bambang 'ditembak' Kalla dengan biru, karena menteri ini berasal dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang lambang partainya berwarna biru. Bambang yang ditembak Kalla hanya tersipu saja.
(asy/)











































