Happy Salma: Kalau Jadi Korban UN Aku Pasti Stres

Happy Salma: Kalau Jadi Korban UN Aku Pasti Stres

- detikNews
Senin, 03 Jul 2006 15:08 WIB
Jakarta - Tragedi ujian nasional membuat banyak pihak prihatin, termasuk kalangan selebritis. Artis cantik Happy Salma mengatakan dirinya pasti stres jika menjadi korban UN.Pengakuan ini disampaikan Happy Salma saat mendampingi sejumlah siswa korban UN melakukan jumpa pers di Kafe Venecia, Taman Ismail Marzuki, Jl Cikini Raya, Jakarta, Senin (3/7/2006)."Aku prihatin banget. Kalau aku jadi mereka (korban UN) mungkin aku akan stres banget. Sudah tiga tahun sekolah susah payah ternyata tidak lulus," kata Happy Salma.Dari rasa prihatin itulah kemudian muncul kepedulian Happy Salma terhadap siswa-siswa yang tidak lulus UN. Wanita berambut panjang ini mengaku siap terjun bersama sejumlah LSM memperjuangkan nasib siswa-siswa tersebut."Siapa tahu dengan usaha ini pemerintah mau berubah pikiran untuk mengadakan UN ulangan. Dan lebih penting lagi merubah standar kelulusan dari UN kepada pihak sekolah dan juga guru," ungkapnya.Sejumlah siswa SMA korban UN yang hadir dalam kesempatan itu mengaku sangat kecewa. Mereka sangat berharap pemerintah mau menggelar UN ulangan. Siswa-siswa ini juga mengaku tidak sudi ikut ujian paket C."Saya rela menunggu satu tahun lagi daripada ikut kejar paket C yang ijazahnya dari kelurahan. Gengsi kan," kata Ria Heriani, siswa SMA Perguruan Rakyat II, Duren Sawit, Jakarta Timur.Ria mengaku sikap tersebut diambil karena dirinya sangat kecewa dengan kenyataan yang ada. Padahal selama 3 tahun bersekolah, Ria selalu duduk di ranking pertama. Ria tidak lulus UN karena nilai matematikanya 4,00. Sedangkan untuk mata ujian Bahasa Indonesia dan Bahas Inggris cukup baik, masing-masing 8,06 dan 7,8.Pelanggaran HAMDirektur LBH Pendidikan Mustaghfirin dalam kesempatan yang sama mengatakan, pihaknya melihat ada unsur paksaan dalam pelaksanaan UN. Untuk itu LBH Pendidikan dan sejumlah LSM akan mendesak DPR menggelar sidang paripurna untuk meminta Mendiknas menggelar UN ulangan."Dan sebagai langkah konkret lainnya, pada 7 Juli nanti kita akan ke Polda Metro Jaya untuk melaporkan dugaan pelanggaran HAM terkait pelaksanaan UN," ungkap Mustaghfirin. (djo/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait