Gerakan Antipremanisme Dibentuk
Senin, 03 Jul 2006 14:14 WIB
Jakarta - Siapa tak gerah lihat tingkah laku preman? Premanisme bak merajalela di ibukota dalam segala bentuk. Gerakan antipremanisme sudah saatnya digalakkan. Setuju!Selama tahun 2005, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mencatat ada 10 kasus premanisme di Jakarta. Angka ini diperkirakan akan meningkat, karena hingga pertengahan 2006 sudah tercatat 9 kasus.Kasus-kasus itu meliputi penggusuran paksa, kekerasan terhadap LSM, dan penyerangan kepada kelompok agama.Demikian disampaikan Ketua YLBHI Jakarta Uli Parulian Sihombing dalam orasinya di halaman kantor YLBHI, Jl Diponegoro, Jakarta, Senin (3/7/2006)."Sekarang ini marak aksi premanisme, baik yang mengenakan jubah agama ataupun etnis. Mereka melakukan kekerasan terhadap anggota masyarakat yang lain. Premanisme adalah konflik vertikal, bukan horisontal antarwarga negara, melainkan kegagalan negara dalam menegakkan hukum" cetus Uli.Gerakan ini menolak aksi-aksi premanisme kepada perempuan, kaum minoritas, buruh, individu, dan kelompok masyarakat marjinal lainnya yang dilakukan oleh perorangan atau kelompok massa."Karena itu kami mendesak aparat hukum untuk menindak aksi mereka tanpa melakukan diskriminasi apa pun, dan menggugat pemerintah atas keterlibatannya dalam munculnya premanisme," kata Uli berapi-api.Kegiatan ini mendapat dukungan sejumlah LSM seperti LBH Jakarta, Sanggar Ciliwung, Aliansi Jurnalis Jakarta, dan Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK).Aktivis Ratna Sarumpaet pun hadir untuk membacakan puisi. Tampak pula mantan ibu negara Sinta Nuriyah Gus Dur.Sekitar 40 warga korban penggusuran dan kaum miskin kota juga turut hadir dalam deklarasi itu. Beberapa orang bahkan membawa serta anak-anaknya yang masih balita.
(nvt/)











































