Ba'asyir: Indonesia Kejeglong Tak Pilih Syariat Islam

Ba'asyir: Indonesia Kejeglong Tak Pilih Syariat Islam

- detikNews
Senin, 03 Jul 2006 13:55 WIB
Jakarta - Selama 45 menit, Abu Bakar Ba'asyir memberikan ceramah di Milad ke-8 Partai Bulan Bintang. Ustad Ngruki ini bersemangat menyiarkan syariat Islam. Apa isinya?Ceramah Ba'asyir yang bertajuk "Indahnya Syariat Islam" ini dihadiri 300 orang dan digelar di DPP PBB, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (3/7/2006)."Sayangnya negara ini sudah kejeglong, terjerumus sejak merdeka. Di mana kejeglong-nya? Dia tidak mau milih syariat Islam sebagai sistem negara akibatnya negara ini dalam kegelapan," kata Ba'asyir yang disambut tepuk tangan hadirin. Plok...plok...plok..."Indonesia mengikuti langkah setan karena menjadikan syariat Islam sebagai salah satu sumber hukum. Yang benar itu syariat Islam dijadikan satu sumber hukum. Itu baru tidak mengikuti langkah setan," lanjutnya.Dikatakan dia, syariat Islam itu indah, harus dilakukan secara murni, tidak boleh dicampur ideologi lain."Di dalam Islam, tidak perlu DPR karena DPR hanya banyak pengeluaran saja, lebih banyak biaya saja," cetus Ba'asyir yang disambut tawa hadiri. Hahaha...Menurut dia, DPR Islam adalah Al Quran. "Kalau sudah ada imam, selama dia tidak melanggar syariat, harus ditaati kebijakannya. Tetapi kewajiban pokoknya yaitu harus melaksanakan seluruh syariat Islam. Kalau dia melanggar satu saja, syariat harus diturunkan," terangnya.Pemimpin, lanjut dia mempunyai penasihat yakni majelis syuro. "Kalau pedoman kan sudah ada pedomannya yaitu Al Quran. Rakyat jadi pengontrol," ujar Ba'asyir. (aan/)


Berita Terkait