Bripka Ricky Sempat Mau Ajukan Diri Jadi Justice Collabolator, tapi Batal

ADVERTISEMENT

Bripka Ricky Sempat Mau Ajukan Diri Jadi Justice Collabolator, tapi Batal

Wildan Noviansyah - detikNews
Kamis, 08 Sep 2022 23:10 WIB
Bripka Ricky Rizal dalam rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir Yosua (YouTube Polri TV Radio)
Bripka Ricky Rizal dalam rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir Yosua. (YouTube Polri TV Radio)
Jakarta -

Pengacara Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR, Erman Umar, mengungkap Ferdy Sambo sempat memberikan sejumlah uang kepada Bharada E hingga Bripka RR terkait kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J). Erman menyebut Bripka Ricky Rizal sempat mau mengajukan diri jadi justice collaborator di kasus pembunuhan Brigadir J.

"Awalnya, awalnya dia mau (jadi justice collaborator)," kata Erman di Mabes Polri, Kamis (8/9/2022).

Erman mengatakan menjadi JC merupakan keinginan Bripka Ricky Rizal sendiri. Namun hal tersebut batal karena Bripka Ricky tidak memiliki akses untuk mencari tahu soal JC.

Selain itu, posisi Bripka Ricky sejak awal sudah tidak jelas, salah satunya tidak memiliki lawyer. Selain itu, Bripka Ricky takut terhadap Ferdy Sambo dan memilih mengikuti skenario yang dibuat.

"Oh karena ini dia merasa nggak punya akses, dia nggak bisa keluarganya. Bukan (ancaman Ferdy Sambo), dia takut," kata dia.

"Karena pada saat awal-awal itu nggak ada persiapan. Surat penahanan belum, lawyer-nya siapa nggak jelas. Ada yang memberi tahu lawyer tapi nggak bisa komunikasi, kalau ditanya nggak jelas," imbuhnya.

Erman mengatakan dirinya baru bisa mendampingi Bripka RR pada Selasa (23/8). Sementara Bripka RR ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut pada Senin (8/8) silam.

"Saya sudah dapat kuasa penandatanganan (kuasa hukum) sekitar tanggal 20-an Agustus, tetapi belum boleh mendampingi karena dianggap belum ada. Kemudian tanggal 23 baru diizinkan," ujarnya.

Erman mengatakan, setelah dirinya menjadi kuasa hukum, Bripka RR mulai terbuka kepada dia. Bahkan disebutkan Bripka RR menangis saat ditanya soal kasus tersebut.

"Tapi sebelumnya, setelah istri dan adiknya menyampaikan benar. Kalau kamu tidak bicara benar, nama baik bapak kamu yang juga polisi bisa (terkena imbas). Ingat anak kamu, bagaimanapun anak kamu akan melihat, mau apa pembunuh atau apa. Itu dia mulai nangis, mulai itu udah terbuka. Tambah lagi saya masuk, saya siapin, surat JC," ujarnya.

(isa/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT