SBY Minta Warga Tak Tinggali Lagi Daerah Rawan Bencana
Senin, 03 Jul 2006 13:07 WIB
Klaten - Musibah bencana alam yang susul menyusul melanda sejumlah tempat di Tanah Air membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut prihatin. Ia pun menyarankan kepada warga untuk tidak lagi tinggal di daerah rawan bencana."Perlu saya sampaikan di sini, negeri kita rawan bencana. Konstruksi bumi Indonesia memang berada di daerah yang memungkinkan terjadi gempa tektonik termasuk juga tsunami maupun letusan gunung. Karena kondisi sedemikian rawan, dan belajar dari bencana yang pernah terjadi, saya berharap agar warga tidak tinggal lagi di daerah rawan bencana," kata SBY Pernyataan SBY tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pencanangan rekonstruksi dan rehabilitasi korban gempa bumi Jateng-DIY di SDN Sengon III, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Senin (3/6/2006).Selain meminta warga tidak tinggal di daerah rawan bencana, SBY juga menekankan kepada warga agar tidak mudah percaya pada hal-hal yang tidak rasional. "Ini perlu saya sampaikan agar kita tidak gampang mempercayai hal-hal yang berada di luar nalar, meskipun kita tahu datangnya bencana itu dari Allah SWT," kata Yudhoyono. Untuk antisipasi bencana ini, SBY juga mengusulkan perlunya pendidikan dan pelatihan tentang bencana di sekolah-sekolah. Langkah lainnya, saat ini sedang disusun RUU bencana untuk segera disahkan dan sedang dalam pembahasan pemerintah dan DPR.Terhadap berbagai musibah yang terjadi di tanah air, Presiden menyampaikan terimakasih kepada dermawan, organisasi, LSM atau lembaga swasta di Tanah Air. "Untuk korban banjir dan tanah longsor di Banjar, Sinjai, Gorontalo, Kotabaru, lumpur panas di Sidoarjo, saya sampaikan duka cita semoga tetap tabah menjalani cobaan bencana ini," ujar SBY.
(jon/)











































