Daripada UN, Lebih Baik Naikkan Anggaran Pendidikan
Senin, 03 Jul 2006 11:37 WIB
Jakarta - Ujian Nasional (UN) tidak tepat dijadikan standar kelulusan siswa. Untuk mendongkrak kualitas pendidikan nasional, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan jauh lebih penting.Hal tersebut terungkap dalam pernyataan bersama mengenai UN yang disuarakan Jaringan Perempuan Mahardhika (JPM), Gerakan Siswa Bersatu, LBH Pendidikan, dan LBH Jakarta.Pernyataan bersama itu disampaikan dalam jumpa pers di Kafe Venecia, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jl. Cikini Raya, Jakarta, Senin (3/7/2006)."Saat ini anggaran untuk pendidikan sangat minim. Jika pemerintah memang ingin menaikan mutu pendidikan seharusnya anggaran pendidikan itu dinaikan dulu, bukan dengan menekan nilai standar," kata wakil dari JPM, Fifi.Fifi juga mempersoalkan kebijakan UN yang mengujikan 3 mata pelajaran. Padahal bukan tidak mungkin seorang siswa justru pandai pada mata pelajaran lainnya. "Ini berarti pemerintah telah mengambil hak siswa untuk mengembangkan diri," cetus Fifi.Berdasarkan hal tersebut, kelompok bersama ini mendesak pemerintah mengembalikan penentuan kelulusan pada sekolah dan pendidik. Hal tersebut sesuai dengan UU Sisdiknas yang ada.Tidak ketinggalan, mereka juga menuntut pemerintah segera menggelar UN ulangan, bukan ujian paket C yang akan dilaksanakan pada bulan September mendatang.
(djo/)











































