Jejak Barack Obama
Barry, Tengok Sekolah Dong!
Senin, 03 Jul 2006 11:02 WIB
Jakarta - Sudah tidak ada dokumen siswa tahun 1971 di SD Besuki, Menteng. Data paling lama yang tersimpan di sekolah yang kini menjadi SD Koalisi Regional Asia Tenggara ini hanyalah siswa 10 tahun terakhir. Nama Barack Obama sudah tidak tertulis. Meski begitu, para guru berharap Barack Obama sekali-kali menengok sekolah ini. Purwanto, guru yang telah mengabdi di sekolah ini sejak 1983, memang tidak mengenal Barry, panggilan Barack Obama sewaktu masih di bersekolah di tempat itu. Meski begitu, Purwanto yang kini sudah berusia 50-an tahun ini mengaku senang bila ada bekas murid SD tersebut yang menjadi orang top di Amerika Serikat (AS). "Saya bangga kalau ada bekas murid SD di sini mencalonkan pejabat di Amerika Serikat. Kalau memang benar itu dilakukan, saya berharap dia datang ke Indonesia dan ke sekolahan ini untuk meminta doa restu. Kami siap menjadi pendukung Barack Obama," kata guru yang mengajar kelas 4 saat ditemui detikcom di gedung SD ini, Jl. Besuki, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (30/6/2006) lalu. Barry pernah bersekolah di sekolah ini pada tahun 1971. Namun, dia hanya setahun belajar di sekolah ini. Saat itu dia masuk kelas 4. Pada 1972, Barry meninggalkan Indonesia dan kembali ke Hawaii, daerah asal ibundanya, Ann Dunham. Meski hanya setahun sekolah di SD Besuki ini, Barry mengabadikan kenangannya di Jakarta itu dalam otobiografinya yang berjudul: 'Dreams from My Father: A Story of Race and Inheritance. Setelah melanjutkan hidupnya di Hawaii, kini Barry menjadi orang top di AS. Sejak awal 2005 lalu, dia menjadi senator AS dari negara bagian Illinois. Kini, dia disebut-sebut sebagai calon presiden AS 2008. Orangtua murid di SD Besuki ini juga mendukung bila Barry mau berkunjung ke sekolah yang menjadi cagar budaya ini. "Kalau memang benar ada bekas murid yang terkenal di AS, saya juga pingin tahu," tutur salah satu orangtua murid saat ditemui detikcom, Jumat (30/6/2006) lalu di sela-sela penerimaan rapor di sekolah ini. Sutarmiyati, guru SD Besuki yang sempat mengajar pada tahun 1971, juga mengaku tidak mengenal Barry. "Saya tidak kenal. Soalnya saya dulu pada tahun 1971, mengajar kelas 1," ujar pensiunan guru yang kini sudah berusia lanjut saat ditanya tentang Barry. Meski begitu, Sutarmiyati membenarkan saat itu memang masih ada siswa asing yang bersekolah di sekolah tersebut. Kebanyakan siswa asing yang masuk ke sekolah itu masuk di kelas tinggi, 4, 5 atau 6. Jarang warga asing yang masuk sekolah mulai kelas 1. Menurut Sutarmiyati, bila memang Barry masuk di kelas 4, kemungkinan yang mengenalnya adalah Hendri Sunardi. "Dulu Pak Hendri yang mengajar kelas 4. Tapi sekarang sudah wafat," ujar dia. Kepala SD saat itu, Ibu Kasim kemungkinan juga mengenal Barry. "Tapi, sekarang Bu Kasim juga sudah wafat," ujar Sutarmiyati. Saat ini, masih ada guru lain yang mengajar pada tahun 1971 yang masih hidup, Bapak Jasim dan Ibu Tine. Namun, keduanya saat ini belum bisa dihubungi. Informasi bahwa Barry pernah bersekolah di SD ini didapatkan detikcom dari Onny Padmo. Pada tahun 1971, Onny satu kelas dengan Barry. Onny yang saat ini menjabat Wakil Sekjen Ikatan Motor Indonesia (IMI) masih ingat sekilas tentang Barry. Bagian arsip SD tersebut, Juwita mengakui data murid SD yang masih tersimpan dalam dokumen hanyalah murid 10 tahun terakhir. Data murid tahun 1971 sudah tidak ada. Data murid yang tersimpan dalam file komputer hanya murid dari tahun 2000. Keterangan Foto:Salah satu pemandangan di SD Besuki.
(asy/)











































