Kasus Brigjen Koesmayadi Diduga Ujung-ujungnya Duit
Senin, 03 Jul 2006 10:23 WIB
Jakarta - Penemuan 145 senjata di rumah Waaslog KSAD Brigjen Koesmayadi masih misterius. Wakil Ketua MPR AM Fatwa menduga senjata itu digunakan untuk bisnis atau mungkin makar."Ada kemungkinan ujung-ujungnya duit, jadi untuk bisnis. Tetapi ada kemungkinan ini juga untuk makar," kata Wakil Ketua MPR AM Fatwa di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/7/2006).Fatwa menduga dugaan makar tersebut ditengarai untuk mengganggu keamanan dalam negeri karena senjata sebanyak itu bisa untuk membentuk satu kompi, apalagi semua senjata itu adalah jenis serang laras panjang."Ini harus betul-betul tuntas, diusut, dan dibuka untuk publik," ujarnya.Politisi asal PAN ini mengucapkan apresiasi dengan KSAD dan Panglima TNI dalam mengambil tindakan mengusut kasus ini."Tetapi jangan ada upaya membela korps. Saya sayangkan ada senior TNI yang cenderung melakukan pembelaan," kata Fatwa.Fatwa mengatakan Komisi I DPR akan menggelar rapat tentang jadwal pemanggilan KSAD.
(aan/)











































