Sejenak di Negeri Impian
Senin, 03 Jul 2006 10:20 WIB
Denpasar - Pantai dan Bali rasanya sudah tak terpisahkan lagi. Kemasyuran Pantai Kuta misalnya, telah membuat nama Bali mendunia. Sekadar menikmati hembusan angin pantai dan deburan ombak atau berselancar menguji ketangkasan. Ah... siapa tak suka? Tapi bagaimana dengan yang ini? Menghirup udara sejuk pegunungan, menikmati pemandangan hijau menyegarkan mata. Merasakan kedekatan dengan alam. Hemm... rasanya tak mau pergi. Inilah yang persis saya rasakan ketika menginjakkan kaki pertama kali di tempat ini. Berada di ketinggian sekitar 750 meter di atas permukaan laut, tak pelak lagi mendatangkan udara dingin dan sejuk di area luas ini. Tak perlu lagi alat yang namanya AC apalagi kipas angin. Bayangkan, suhu udara rata-rata berkisar 19 derajat Celcius!Terletak di lereng pegunungan Ubud, tepatnya di Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, resor bernama Bagus Jati Spa Villa & Resort menawarkan wisata alternatif bagi para turis. Dengan luas lahan sekitar 5 hektar, kawasan menghijau ini tepat diproklamirkan sebagai eco-tourism, wisata berbasis lingkungan.Untuk mencapai resor ini dibutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan dengan mobil dari ibukota Denpasar. Ketika tiba di tempat istimewa ini, saya langsung merasakan kesejukan tiada tara. Suasana tenang, damai, ahh... kurang apalagi! Belum lagi kicauan burung yang bersahut-sahutan. Hemm... serasa berada di negeri impian.Sirna semua kepenatan hari itu. Apalagi ketika saya berkeliling menikmati kecantikan kawasan yang ditanami kebun aneka buah. Mulai dari pepaya, pisang, mangga, jeruk, strawberry, salak sampai durian, semua bisa ditemui di sini. Ditambah lagi dengan sayur-sayuran organik dan rempah-rempah.Uniknya lagi, sayuran dan buah-buahan yang membangkitkan air liur itu tidak cuma untuk dipandangi saja. Melainkan bisa dipetik para tamu untuk dimakan. Tentu saja dengan pengarahan seorang pengiring tamu yang akan memberi tahu buah mana saja yang sudah bisa dipetik atau yang belum saatnya dipetik.Ide awal pembentukan resor adalah memberikan kesegaran bagi mereka yang butuh waktu untuk meninggalkan sejenak rutinitas hidup dan merasakan suasana alam pedesaan. Apalagi karena tidak semua turis mancanegara menyukai udara pantai yang cenderung lebih panas."Kami ingin menawarkan sesuatu yang baru. Kalau selama ini wisata pantai lebih dikenal para turis mancanegara khususnya, kami ingin memberi pilihan wisata baru. Di sini para turis bisa rileks menikmati udara dingin seperti di tempat asal mereka," kata Diah Permana, Director of Sales & Marketing Bagus Jati.Diluncurkan pada April 2002, area ini memberdayakan para petani lokal untuk menanam buah dan sayuran organik serta tanaman lainnya. Tak heran jika 90 persen kebutuhan pengolahan makanan terpenuhi langsung dari hasil kebun.Dilengkapi dengan 18 villa yang masing-masing memiliki fasilitas spa, daerah wisata ini menawarkan privasi lebih. Mulai dari kolam renang yang airnya diisi dengan air dari sumber mata air, fitness center, tempat meditasi dan yoga, jacuzzi hingga program detoksifikasi, pembuatan jamu dan kelas memasak, bisa didapat di sini. Semuanya tersedia untuk memanjakan para tamu yang menginap.Memang untuk menikmati semua fasilitas di sini dibutuhkan kocek yang tebal. Harga yang harus dibayar untuk menginap di satu vila berkisar antara US$ 250 sampai US$ 350 per malam. Tersedia pula 4 macam paket liburan yang bisa dipilih dengan harga mulai US$ 800 hingga US$ 5.500 (10 malam).Semua keindahan dan fasilitas yang disuguhi sungguh membuat saya tak mau pergi dari tempat ini. Tapi apa daya. Saya harus meninggalkan negeri impian ini. Meinggalkan semua pesona alam yang membuat saya takjub. Saya bahkan tak bisa menahan diri untuk terus mengagumi apa yang saya lihat di sini. Tanpa sadar, kata-kata "Ah, indahnya!" terus terlontar dari bibir saya.Saya memang cuma beberapa jam saja melahap semua pemandangan di resor ini. Tapi itu cukup untuk membuat saya terus merindukan tempat ini. Kini, saya benar-benar harus pulang, kembali ke ibukota Jakarta nan sibuk. Kembali dengan semua rutinitas yang kadang-kala.... huh, melelahkan! Terselip secuil harapan untuk kembali menghirup dalam-dalam kesejukan di sini. Mungkin suatu hari nanti.... who knows?
(ita/)











































