SD Besuki Jadi Cagar Budaya

Jejak Barack Obama

SD Besuki Jadi Cagar Budaya

- detikNews
Senin, 03 Jul 2006 10:04 WIB
SD Besuki Jadi Cagar Budaya
Jakarta - SD Besuki, Menteng, Jakarta Pusat, sekolah yang pernah jadi tempat belajar Barack Obama masih kokoh berdiri. Bahkan, gedung sekolah ini masih berarsitektur lama, bergaya bangunan Belanda. Gedung ini saat ini ditetapkan cagar budaya oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Dengan status cagar budaya, gedung sekolah bercat putih dan hijau ini tidak boleh dirobohkan atau direnovasi. Bentuk gedung harus dipertahankan sesuai bentuk asli saat dibangun pertama kali pada tahun 1934. detikcom bertandang ke SD yang terletak di Jl. Besuki, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (30/6/2006) lalu. Suasana gedung sekolah ini tampak asri, penuh dengan hijaunya pepohonan. Bangunan sekolahnya tampak asyik, bangunan kuno.Siapa sangka, Barack Obama yang pernah merasakan nyamannya belajar di sekolah ini saat ini menjadi senator AS dan bahkan disebut-sebut sebagai calon presiden AS 2008. Sayang, guru-guru yang mengajar di sekolah ini sekarang adalah guru-guru generasi baru. Di antara guru-guru yang ada, Purwanto (berusia sekitar 50-an tahun) merupakan guru paling lama yang mengajar di sekolah ini. Purwanto mulai mengajar di sekolah ini pada tahun 1983, atau setelah 12 tahun Barack Obama meninggalkan sekolah ini untuk terbang ke Hawaii. Karena itu, wajar bila Purwanto mengaku tidak mengenal Barack Obama yang pernah belajar di sekolah ini pada tahun 1971. Bila Purwanto saja tidak mengenal, guru-guru lainnya juga pasti tidak mengenalnya. Meski begitu, Purwanto sangat bangga bila ada bekas murid sekolah ini menjadi orang terkenal di AS. Jabatan Kepala SD ini sekarang dipegang oleh Kuswadiyanto. Dia ditugaskan ke sekolah ini belum lama. Kuswadiyanto baru bertugas pada Mei 2005. Wajar juga, bila Kuswadiyanto tidak mengenal Barry, panggilan Barack sewaktu bersekolah di sekolah ini. Meski begitu, Kuswadiyanto menjelaskan bahwa situasi sekolah ini menjadi saksi bisu bagi Barack Obama. Bila memang Barack Obama bertandang ke sekolah ini, tentu akan ingat masa lalunya. Sebab, segala macam perangkat masih dibiarkan seperti dulu. Tidak hanya bangunan sekolah, tapi juga peralatan di dalam sekolah. "Papan tulis masih kita pertahankan sejak dulu. Jendela kelas juga masih belum berubah," kata Kuswadiyanto. Jendela di bagunan sekolah ini, khususnya di kelas 4 tempat Barry duduk dan belajar, masih berbentuk kuno, mirip dengan jendela rumah Betawi. Yang berbeda, saat ini ruangan kelas 4 itu sudah dilengkapi dengan AC. Kini, sekolah ini sudah berubah nama. Bila dulu pernah dikenal sebagai SD Menteng 01 dan juga SDN Besuki, saat ini berubah nama menjadi SD 'Model Primary School, Sekolah Dasar Koalisi Regional Seameo Asia Tenggara'. Nama sekolah ini terpampang di depan sekolah dengan jelas. Menurut Kuswadiyanto, sekolah yang dipimpinnya ini menjadi sekolah Koalisi Regional Asia Tenggara sejak tahun 2002. Sekolah ini menjadi sekolah kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah negara-negara Asia Tenggara. Tentang bangunan sekolah, menurut Kuswadiyanto, 90 persen bangunan sekolah sekarang masih asli sejak dibangun pada tahun 1934 saat kolonial Belanda. Awalnya, sekolah ini merupakan sekolah buatan pemerintahan Belanda yang dikhususkan bagi anak-anak bangsawan. Nama awal sekolah ini juga menggunakan bahasa Belanda. Pada awal berdiri, gedung sekolah ini bercat putih. Setelah merdeka, sekitar tahun 1946 hingga 1947, sekolah ini berubah nama menjadi SDN Besuki. Yang paling tampak sebagai ciri bangunan Belanda adalah menara cerobong di atap gedung sekolah. Menara ini tidak pernah diutak-atik sedikit pun. Sebuah musala di sekolah ini juga masih terlihat jelas. Di tengah gedung sekolah juga masih ada lapangan yang saat ini dijadikan lapangan basket. Meski sebagai cagar budaya, namun gedung sekolah ini memang pernah mengalami renovasi selama dua kali. Tapi, renovasi hanya bagian kecil saja. Pada tahun 2000, genting gedung diganti yang baru, karena genting lama sudah banyak yang pecah. Dan pada tahun 2002-2003, ada penambahan gedung bertingkat di gedung sisi sekolah. Zaman dulu, memang banyak orang asing yang bersekolah di sekolah ini. Perbandingannya, 75% persen warga Indonesia dan 25% warga asing. Sejak 1990-an, sudah tidak ada warga asing yang sekolah di SD ini. Saat ini, siswa yang belajar di sekolah ini hanyalah warga biasa saja, tidak khusus bangsawan lagi. Namun, ada juga anak pejabat yang memilih bersekolah di sini. Salah satunya, anak Menteri Koperasi Suryadharma Ali. Keterangan Foto: Papan tulis di kelas 4, tempat Barack belajar masih belum diganti dari dulu. Menara cerobong di atap gedung sekolah tidak pernah diutak-atik. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads