ADVERTISEMENT

Cerita Ketua Komnas HAM Temui Panglima OPM di Hutan Papua

Mulia Budi - detikNews
Rabu, 07 Sep 2022 19:12 WIB
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dan Komisioner Komnas HAM Choirul Anam memberikan keterangan pers usai menerima keterangan dari tim Dokkes Polri terkait kasus baku tembak menewaskan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Jumpa pers berlangsung di kantor Komnas HAM, Senin (25/7/2022).
Foto: Ketua Komnas HAM Taufan Damanik. (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Ketua Komnas HAM Taufan Damanik mengaku sudah bertemu dengan Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) di hutan. Taufan menyebut Panglima OPM juga punya keinginan berdialog dengan pemerintah.

"Banyak orang tidak tahu kalau saya ketemu Panglima OPM di hutan sana. Saya bertemu dengan komisioner tinggi HAM PBB. Saya bertemu dengan pemerintah Indonesia. Saya bertemu dengan Panglima, saya bertemu dengan Kapolri, dengan tim Komnas HAM, ada Pak Beka, ada Pak Anam, Pak Amir dan lain-lain. Sekarang semua sudah ada niatan untuk duduk bersama-sama," kata Ketua Komnas HAM Taufan Damanik kepada wartawan di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/9/2022).

Taufan menyebut OPM meminta bantuan untuk memfasilitasi dialog dengan pihak terkait. Dia menepis anggapan yang menyebut OPM enggan berdamai.

"Mereka (OPM) berharap Komnas HAM membantu memfasilitasi dialog damai ini. Jadi, kalau ada orang yang bilang bahwa mereka tidak setuju, mereka tidak benar. Saya bertemu langsung," ujarnya.

Lebih lanjut Taufan mengatakan pertemuan dengan OPM ini diumbar sekaligus juga untuk menunjukkan bahwa Komnas HAM ikut berperan menciptakan Papua yang aman. Taufan menegaskan pihaknya bertemu langsung dengan OPM dengan penuh risiko.

"Saya bersama teman-teman saya bertemu di sana itu juga dengan risiko. Kan banyak orang bilang kan, 'mana Komnas HAM tidak turun ke lapangan?' Dia tidak tahu saya sudah ke hutan di sana dengan penuh risiko. Bagaimana kalau saya ditembak? Bagaimana kalau saya disandera? Saya alami itu semua," sebutnya.

Taufan menegaskan penyelesaian konflik di Papua merupakan tanggung jawab bersama. "Semua pihak bertanggung jawab untuk itu, tidak terkecuali, siapapun," tegasnya.

Tak sampai di situ. Taufan mengaku bahwa Komnas HAM juga menemui ormas dan tokoh agama di Papua. Dia menyebut ormas dan tokoh agama yang ditemui kini ikut membantu mewujudkan dialog damai dengan OPM.

"Saya juga bahkan menemui tokoh-tokoh dari kelompok minoritas di sana. NU-nya saya temui sama Pak Anam. Saya dengan Pak Anam juga temui Muhammadiyah. Selain itu kami temui tokoh Katolik, Protestan, kelompok-kelompok gereja yang lain kita temui semua, dan mereka sekarang ikut di dalam dialog damai yang dilakukan oleh Komnas HAM," tuturnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Lapor ke Jokowi

Taufan mengaku juga sudah melapor ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) perihal keinginan OPM untuk berdialog. Dia menyebut Presiden Jokowi sudah menugaskan jajarannya menindaklanjuti upaya dialog damai dengan OPM.

"Beliau (Presiden Jokowi) memerintahkan Pak Menko, makanya kami bisa koordinasi seintensif mungkin dengan Pak Menko, itu kan perintah Presiden," kata Taufan.

"Makanya saya tidak pernah berupaya untuk berpikir bahwa pihak lain begini, pihak lain begitu, saya positif thinking saja. Saya ajak bersama teman-teman, kita datangi satu per satu sejak beberapa bulan lalu," sambung dia.

Taufan meyakini dialog damai dengan OPM dapat terwujud. Sebab, sebut dia, pemerintah Indonesia punya pengalaman manis saat berhasil mewujudkan dialog damai dengan GAM di Aceh.

"Apa mau kita terus-terusan tiap hari mencatat nama orang mati, orang menjadi korban kekerasan, tidak mau kan? Karena itu dialog damai. Apakah kita mampu? Pernah kita lakukan itu di Aceh. Kita menjadi contoh dunia dengan satu cerita kesuksesan melakukan dialog damai di Aceh itu. Siapa bilang kita tidak bisa? Bangsa ini bangsa besar, karena itu dia pasti berjiwa besar, berpikir besar menyelesaikan masalah ini," tutupnya.

(zak/zak)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT