ADVERTISEMENT

KPK Tahan Karyawan Swasta di Kasus Eks Walkot Ambon

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 07 Sep 2022 19:32 WIB
KPK Tahan Karyawan Swasta di Kasus Eks Walkot Ambon
KPK Tahan Karyawan Swasta di Kasus Eks Walkot Ambon (Wilda/detikcom)
Jakarta -

KPK telah menetapkan karyawan minimarket AR di Kota Ambon sebagai tersangka terkait kasus tindak pidana korupsi (TPK) dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy. AR kini ditahan.

"Karena kepentingan proses penyidikan, tim penyidik melakukan upaya paksa penahanan untuk tersangka AR," kata Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto dalam jumpa pers di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (7/9/2022).

Karyoto menyebut AR ditahan selama 20 hari terhitung mulai hari ini sampai 26 September mendatang. AR ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur.

"(Ditahan) selama 20 hari pertama, terhitung 7 September 2022 s/d 26 September 2022 di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur," kata Karyoto.

Peran AR

Karyoto menyebut dalam kasus ini, mulanya, AR ditunjuk oleh PT MUI untuk bertugas melakukan pengurusan izin prinsip pembangunan beberapa cabang retail di Kota Ambon pada 2020. AR kemudian berinisiatif melakukan komunikasi dengan Richard agar proses perizinan itu bisa cepat.

"Agar proses pengurusan izin dimaksud dapat segera di terbitkan, AR diduga berinisiatif melakukan pendekatan dan komunikasi dengan RL yang menjabat Walikota Ambon periode 2017 s/d 2022, karena salah satu kewenangan yang ada pada RL yaitu memberikan persetujuan izin prinsip pembangunan cabang retail di Kota Ambon," katanya.

Karyoto menyebut AR diduga menawarkan sejumlah uang kepada Richard untuk mempermudah izin terbit prinsip pembangunan cabang retail. Richard, yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota Ambon itu pun kemudian menyetujuinya.

"AR kemudian diduga menawarkan sejumlah uang pada RL untuk mempermudah dan mempercepat terbitnya persetujuan izin prinsip pembangunan cabang retail yang kemudian disetujui RL," kata Karyoto.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT