Puan Rayakan Ultah Saat DPR Didemo Kenaikan BBM, Formappi: Memalukan!

ADVERTISEMENT

Puan Rayakan Ultah Saat DPR Didemo Kenaikan BBM, Formappi: Memalukan!

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 07 Sep 2022 16:54 WIB
Lucius Karus
Lucius Karus (dok. Istimewa)
Jakarta -

Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) mengkritik momen perayaan ulang tahun Ketua DPR Puan Maharani di rapat paripurna saat demo buruh terkait kenaikan BBM sedang berlangsung. Peneliti Formappi Lucius Karus menilai hal itu memalukan.

"Saya kira sih potret paripurna DPR kemarin yang diisi dengan momen perayaan HUT Ketua DPR Puan Maharani sesungguhnya mengkonfirmasi ironis DPR sebagai wakil rakyat. Apalagi di saat bersamaan dengan Paripurna yang diisi dengan perayaan Ulang Tahun itu, di pintu masuk DPR sendiri sedang ada demonstrasi massa yang ingin menyampaikan aspirasi ke DPR," kata Lucius dalam keterangannya, Rabu (7/9/2022).

"Ironis yang memalukan itu sesungguhnya. Rakyat sedang berpanas-panas memperjuangkan penolakan kenaikan harga BBM, sedangkan DPR di ruangan dingin justru berleha-leha merayakan hari ulang tahun ketua DPR-nya," lanjutnya.

Lucius mengatakan momen tersebut memperlihatkan seberapa serius komitmen anggota DPR sebagai wakil rakyat. Dia menilai momen itu mengolok-olok rakyat. Menurut Lucius, Puan seharusnya menemui rakyat.

"Langsung kelihatan sih sesungguhnya seberapa serius komitmen DPR sebagai wakil rakyat. Perayaan HUT Puan di Paripurna di saat warga ingin bertemu mereka seolah-olah mengolok-olok rakyat yang menyampaikan aspirasi di gerbang DPR. Jangankan berkomitmen memperjuangkan aspirasi, sekedar menghargai kehadiran rakyat dengan menemui mereka saja tak bisa diperlihatkan DPR," kata Lucius.

"Ketua DPR yang seharusnya menjadi juru bicara DPR dengan pihak luar termasuk rakyat juga seperti lupa diri dengan kegembiraannya menyambut ucapan selamat anggota di Paripurna. Ia terlihat lebih mementingkan kegembiraannya sendiri ketimbang menemui rakyat yang mau menyampaikan aspirasi," lanjut Lucius.

Lucius juga menyoroti rapat paripurna yang dijadikan sebagai ajang perayaan ulang tahun. Dia mengatakan rapat paripurna itu bak panggung tertinggi untuk memperjuangkan nasib rakyat bukan diselipkan dengan urusan pribadi.

"Saking lupa diri, Paripurna yang merupakan forum resmi DPR dalam membicarakan kebijakan negara dan rakyat juga diremehkan ketika justru dipakai sebagai ajang hura-hura merayakan ulang tahun. Forum Paripurna itu mestinya merupakan panggung tertinggi bagi DPR untuk memperjuangkan nasib rakyat dan tak seharusnya urusan pribadi Ketua DPR menjadi agenda pengisinya. DPR menghina Paripurna ketika forum itu justru dimanfaatkan untuk urusan privat Ketua DPR," ujarnya.

Namun Lucius bersatire wajar saja DPR menggunakan rapat paripurna untuk kepentingan pribadi. Menurutnya, DPR tidak bersikap peduli terhadap rakyat.

"Kembali lagi sih, DPR yang tidak mewakili rakyat memang terlihat tak peduli dengan rakyat. Karena itu mereka yang mestinya sedang bertemu di Paripurna bisa saja langsung merespons tuntutan publik yang sedang berdemonstrasi. Tetapi mereka justru memilih mengabaikan massa rakyat untuk merayakan HUT Ketua DPR," ujarnya.

Lucius mengatakan DPR tengah membuka topeng yang sesungguhnya. "DPR sesungguhnya sedang membuka topeng sesungguhnya. Istilah wakil rakyat itu hanya kedok karena bahkan ketika rakyat yang diwakili itu datang, DPR justru cuek. Lalu pantaskah gelar wakil rakyat tetap dipandang?" ujarnya.

Simak video 'Erick Soal BBM: Kita Bukan Naikkan Harga, Tapi Pengurangan Subsidi':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/maa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT