Penemuan Senjata
Motif Bisnis Lebih Kuat Daripada Politik
Senin, 03 Jul 2006 06:51 WIB
Jakarta - Berbagai spekulasi muncul seputar ditemukannya ratusan senjata dan puluhan ribu amunisi di kediaman alm Brigjen Koesmayadi. Anggota Komisi I DPR dari FPKS Suripto menilai kecenderungan bisnis lebih kuat dibandingkan motif-motif politik dibalik kepemilikan senjata tersebut."Saya lebih cenderung ini adalah motif bisnis, dibanding adanya motif politik seperti kudeta. Terlalu jauh itu dan tidak masuk akal," ujar Suripto dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (3/7/2006).Dia beralasan, kapasistas pribadi Koesmayadi belum cukup untuk melakukan hal-hal yang bermuatan politik. Meski Koesmayadi disinyalir memiliki kedekatan dengan purnawirawan tentara yang sempat 'berseberangan' dengan pemerintah."Kalau mau kudeta dengan senjata sebanyak itu nggak mungkin, nggak akan efektif. Biasanya kudeta itu datang dari tentara yang masih aktif," ujar dia yang juga pengamat intelijen ini.Motif bisnis yang dimaksudkan Suripto pun bukanlah motif bisnis sebagaimana diduga banyak pihak, yaitu untuk dijual ke daerah konflik."Saya lebih condong itu dijual ke cukong-cukong, untuk pengawalan, atau untuk koleksi. Dia juga ada kemungkinan koleksi senjata, khususnya berbagai jenis senjata ringan, dan ada rasa kebanggaan dengan koleksi ini," demikian Suripto.Sebagaimana banyak diwartakan sebelumnya, kedekatan Koesmayadi dengan Ryamizard Ryacudu memunculkan spekulasi adanya rencana kudeta yang dimotori oleh kelompok Ryamizard. Bahkan, ada pula spekulasi kedekatan Ryamizard dengan PDIP yang notabene memposisikan dirinya sebagai oposisi dari pemerintah.
(fjr/)











































