SBY: Biofuel untuk Kurangi Kemiskinan dan Pengangguran
Minggu, 02 Jul 2006 21:38 WIB
Magelang -
Presiden SBY menyatakan pengembangan biofuel bertujuan untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran.Hal tersebut dinyatakan SBY usai rapat dengan sejumlah menteri dan gubernur, di Losari Coffee Plantation Resort and Spa, di Desa Losari, Kecamatan Grabag, Magelang, Minggu (2/7/2006)."Sebagaimana kita tahu meski fundamen ekonomi telah kita bangun beberapa tahun belakangan ini, angka pengangguran dan kemiskinan belum biasa dikurangi secara signifikan. Karena itu kita mengambil langkah ini dengan harapan adanya penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan ekonomi lokal," ujar SBY dalam pertemuan yang disebutnya dengan 'Pertemuan Losari' ini.Dijelaskannya juga, pemerintah akan mengembangkan tebu dan singkong untuk pembuatan etanol, kelapa sawit dan buah jarak untuk pembuatan biodiesel. Dia memperkirakan program ini membutuhkan lahan seluas 3-5 hektar.Adapun pendanaan program ini akan diambilkan dari APBN, serta investor dari dalam dan luar negeri. "Seluruh anggaran belum bisa kita tentukan berapa jumlahnya, karena itu berkaitan dengan kepastian luas lahan, biaya produksi dan pembangunan pabrik," terang pria bergelar doktor ini.SBY juga menyatakan ada 5 hal penting dalam pengembangan bioenergy, yaitu ketersediaan lahan, adanya mesin dan pabrik, kesiapan infrastruktur, adanya jaminan pasar, dan adanya pendanaan.Mengenai realisasi program ini, pemerintah menargetkan pada akhir bulan Juli 2006 sudah disusun draf pengembangan bioenergy.Rencananya juga pada awal Agustus 2006, seluruh gubernur di Indonesia akan diundang untuk mensosialisasikan proyek besar ini. "Pada tahun 2007 kita harapkan sudah pada tahap implementasi," imbuhnya.
(fjr/)










































