Praperadilan Duta Palma soal Penyitaan di Kasus Korupsi Rp 100 T Gugur!

ADVERTISEMENT

Praperadilan Duta Palma soal Penyitaan di Kasus Korupsi Rp 100 T Gugur!

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 07 Sep 2022 12:25 WIB
Pengadilan Negeri Pekanbaru
Pengadilan Negeri Pekanbaru (Foto: dok. istimewa)
Jakarta -

Pengadilan Negeri Pekanbaru menolak gugatan praperadilan yang diajukan PT Duta Palma Group terkait penyitaan dan penggeledahan di kantornya. Hakim menyatakan penyitaan dan penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi lahan sawit PT Duta Palma Group di Indagiri Hulu sah.

"Dalam amar putusannya, hakim tunggal Pengadilan Negeri Pekanbaru Salmon Ginting menyatakan menggugurkan atau menolak seluruh materi gugatan praperadilan yang diajukan oleh PT Duta Palma Group terhadap Direktur Penyidikan Jampidsus," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/9/2022).

Dalam putusannya, hakim berpendapat penyitaan aset dan penggeledahan yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang dalam kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit yang dilakukan oleh PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu dinyatakan sah.

Putusan tersebut dibacakan pada Selasa (6/9) kemarin di Pengadilan Negeri Pekanbaru. Praperadilan itu diajukan oleh PT Duta Palma Group (PT Palma Satu, PT Kencana Amal Tani, PT Panca Agro Lestari, PT Banyu Bening Utama, dan PT Seberida Subur) sebagai pemohon.

Gugatan praperadilan itu diajukan PT Duta Palma Group terhadap Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung sebagai termohon. Gugatan yang diajukan para pemohon mengenai tindakan penyidikan, penggeledahan, dan penyitaan yang dilakukan oleh Kejagung.

Dalam kasus ini, terdapat dua tersangka, yakni mantan Bupati Indragiri Hulu bernama R Thamsir Rachman dan pemilik perusahaan PT Duta Palma, yakni Surya Darmadi sendiri. PT Duta Palma Group berisi lima perusahaan. Thamsir, yang dulu menjadi Bupati, menerbitkan izin lokasi dan izin usaha seluas 37.095 hektare untuk PT Duta Palma Group.

Kejaksaan Agung (Kejagung) terus melacak aset tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU) Surya Darmadi. Kasus korupsi terkait perkebunan sawit ini merugikan keuangan negara lebih dari Rp 100 triliun.

"Upaya pengembalian, sampai saat ini kita ada tim pelacakan aset, itu struktural di Bidang Pidana Khusus. Ini terus melakukan mapping terhadap aset-aset yang terkait dengan Duta Palma," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Febrie Adriansyah dalam konferensi pers di kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (30/8) kemarin.

Aset yang Disita: Rp 17 T

Jaksa melakukan penyitaan di sana-sini terhadap aset Surya Darmadi. Sampai Selasa (30/8), nilai sitaan mencapai Rp 17 triliun. Berikut adalah aset-asetnya, sebagaimana disampaikan pihak Kejaksaan Agung:

Tanah, properti, dan pabrik (total: Rp 11,7 triliun):
- Ada 40 bidang tanah yang tersebar di Jakarta, Riau, dan Jambi.
- Ada 6 pabrik kelapa sawit di Jambi, Riau dan Kalimantan Barat.
- Ada 3 Apartemen di Jakarta Selatan
- Ada 2 hotel di Bali
- Ada 1 unit helikopter

Uang:
- Rp 5.123.189.064.978 (triliun)
- USD 11.400.813,57 (juta)
- SGD 645,04

"Nilai total aset dan uang sebesar Rp 17.048.527.692.119," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangan tertulis, Selasa (30/8).

Sementara itu, aset yang belum dinilai adalah 4 unit kapal tugboat tongkang di Batam dan Palembang.

Dalam perkara ini, hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara dan kerugian perekonomian negara senilai total Rp 104,1 triliun. Saat ini tim penyidik Kejagung sedang melacak aset lainnya terkait tersangka kasus korupsi lahan kelapa sawit PT Duta Palma Group di Indragiri Hulu itu.

Adapun Laporan Hasil Pemeriksaan BPKP RI, dengan rincian:
- Hasil perhitungan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp 4,9 triliun.
- Hasil perhitungan kerugian perekonomian negara kurang lebih Rp 99,2 triliun.

Simak juga 'Penampakan Helikopter Bell 427 Milik Surya Darmadi yang Disita Kejaksaan':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT