Jakarta Butuh Pemimpin, Bukan Penguasa

Jakarta Butuh Pemimpin, Bukan Penguasa

- detikNews
Minggu, 02 Jul 2006 15:12 WIB
Jakarta - Jakarta membutuhkan figur pemimpin, bukan penguasa. Pemimpin Jakarta kelak juga harus berorientasi pada kepentingan publik, bukan pemodal.DKI Jakarta bakal menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) pada pertengahan 2007 mendatang. Sejumlah nama terus digodok kalangan partai politik (parpol) sebagai jago aduan untuk menduduki kursi 'Jakarta I'.Nama-nama yang sudah disebut-sebut akan terjun ke gelanggang pemilihan gubernur DKI antara lain, Fauzie Bowo, pengamat ekonomi Faisal Basri, Sarwono Kusumaatmadja, serta Agum Gumelar."Jakarta butuh pemimpin, bukan penguasa," kata Ketua Forum Warga Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan kepada detikcom melalui telepon, Minggu (2/7/2006).Sebagai kota metropolitan, Jakarta sangat membutuhkan figur pemimpin yang peduli dengan warga. Figur yang benar-benar sesuai dengan keinginan dan kepentingan seluruh warga kota Jakarta. Sayangnya, sambung Azas Tigor, hal tersebut tidak terlalu mudah untuk diwujudkan. Pasalnya, sistem pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta sendiri masih setengah langsung. Para cagub dan cawagub hanya boleh diusung melalui parpol. Kondisi ini menutup kemungkinan adanya calon independen."Jadi bagaimana pun hebatnya calon tersebut, pasti masih memiliki kepentingan parpol. Ini menyebabkan rakyat hanya bisa memilih calon yang terbaik dari yang terburuk," ungkap Azas Tigor.Meski demikian, bukan berarti warga Jakarta harus pasrah begitu saja. Menurut Azas Tigor, rakyat harus mendesak semua cagub melakukan kontrak politik dan sosial. Dengan kontrak ini, warga Jakarta siap menagih janji yang tidak dipenuhi oleh gubernur terpilih kapan saja.Azas Tigor juga mengatakan, saat ini Fakta terus melakukan sosialisasi pilkada kepada warga Jakarta. Kegiatan ini dilakukan melalui jaringan pemilih warga Jakarta. Lewat jaringan ini, Fakta melakukan pendidikan politik serta sosialisasi pilkada."Kita serukan beberapa kriteria, salah satunya jangan pilih calon yang terindikasi pelanggaran HAM. Kita tidak rekomendasikan nama. Yang jelas untuk pilkada 2007 ini kita punya motto 'Ini Gubernur Gue yang Pertama'," cetus Azas Tigor. (djo/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads