Ojol Remas Bokong Wanita di TKP Kebakaran, Ini Kata Komnas Perempuan

ADVERTISEMENT

Ojol Remas Bokong Wanita di TKP Kebakaran, Ini Kata Komnas Perempuan

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 07 Sep 2022 06:49 WIB
Poster
Ilustrasi pelecehan (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Seorang driver ojek online, HH (32) melakukan aksi pelecehan seksual dengan meremas bokong seorang wanita di TKP kebakaran di Setiabudi, Jakarta Selatan. Komnas Perempuan mengatakan keterangan korban adalah kunci agar kasus ini menjadi terang benderang.

"Menurut UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual, kasusnya baru dapat diproses bila ada laporan korban. Tanpa laporan korban, kasus tidak dapat ditangani. Oleh karena itu, dalam penanganan kasus, persetujuan korban merupakan kunci penting," ujar Komisioner Komnas Perempuan Rainy Hutabarat lewat keterangannya, Selasa (6/9/2022).

Suara korban, jelas Rainy, sangat berpengaruh terhadap hukuman yang akan diterima pelaku. Dalam menjatuhkan hukuman terhadap pelaku pelecehan seksual, tambah Rainy, prinsip pelibatan korban merupakan norma penting.

"Terkait hukuman kepada pelaku, juga suara korban yang menentukan apakah bentuk hukuman atas pengalaman pelecehan seksual yang dialaminya," ucap Rainya.

"Korban wajib dilibatkan dan ditanyakan pendapatnya," lanjutnya.

Rainya menambahkan dalam UU TPKS, pelaku juga berhak atas rehabilitasi agar perilakunya berubah serta tidak mengulangi perbuatannya melecehkan perempuan.

"Permintaan maaf sudah disampaikan pelaku namun pilihan korban atau pandangannya, turut menentukan hukuman terhadap pelaku," kata Rainy.


Pelaku Bantah Meremas, 'Cuma' Nyolek

Peristiwa itu terjadi di Jl Minangkabau Dalam, Setiabudi, Jaksel, pada Minggu (4/9) malam. Pelaku kemudian diamankan ke Polsek Setiabudi. Namun pelaku membantah meremas bokong dan 'hanya' mencolek pantat korban.

"Pengakuannya sih nggak pakai remas, cuma nyolek doang pengakuannya," ungkap Kanit Reskrim Polsek Setiabudi Kompol Suparmin.

Berbeda dengan pengakuan pelaku, Suparmin mengatakan korban menyebut pelaku telah meremas pantatnya. Saat itu korban berada di lokasi kebakaran lantaran hendak menengok rumah tantenya yang juga ikut terbakar.

"Diremas bilangnya, (korban) diremas," ujarnya.

Pelaku sempat diamankan di kantor polisi. Sore tadi pelaku dilepaskan karena korban tidak melapor.

"Nanti kita proses kalau memang korbannya lapor, dateng, nanti kita proses. Terus ya (nanti ditanyakan) maunya gimana, mau musyawarah atau gimana gitu nanti," tuturnya.

Simak juga 'Rekaman CCTV Penumpang Singkap Hijab Petugas KA di Bogor':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT