Enaknya Dipenjara di Indonesia...

Enaknya Dipenjara di Indonesia...

- detikNews
Minggu, 02 Jul 2006 14:30 WIB
Enaknya Dipenjara di Indonesia...
Jakarta - LP Kerobokan, Bali, selama ini digambarkan sebagai neraka: makanan menakutkan dan standar kesehatan sungguh buruk. Tapi meski demikian, sejumlah narapidana asal Australia yang ditahan di situ lebih suka tinggal di LP tersebut ketimbang ditransfer pulang ke negerinya.Indonesia dan Australia sepakat melakukan penukaran narapidana dan kesepakatan ini diteken pada September. Hal ini membuka kesempatan bagi penyelundup narkoba Schapelle Leigh Corby dan tujuh anggota sindikat Bali Nine menghabiskan masa hukuman mereka di Australia. Dedengdot Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, tidak masuk dalam paket transfer ini karena status mereka adalah napi hukuman mati. Pertukaran napi ini dilakukan agar para napi dekat dengan keluarga dan akarnya sehingga hidup mereka lebih mudah.Jika para napi Australia dimudikkan ke negerinya, itu artinya mereka kehilangan 'kenikmatan' selama di penjara di Indonesia. Sebab 'kenikmatan' yang mereka dapatkan di Kerobokan, hanyalah mimpi bila mereka sudah tiba di penjara negerinya.Harian Australia, The Daily Telegraph, menulis, di LP Kerobokan, uang bisa membeli aneka hak istimewa, sesuatu yang sulit didapat di penjara Australia.Hak istimewa itu misalnya saja kunjungan partner seks (conjugal visit), alkohol, suasana yang lebih santai, mengantongi sejumlah uang cash, jalan-jalan ke luar sel, dan melewatkan malam jauh dari tembok penjara.Obat-obatan terlarang tersedia di dalam Kerobokan, beberapa orang bahkan menyebut lebih gampang mendapatkannya di Kerobokan dibandingkan di jalanan di Kuta.Dan tidak seperti penjara Australia yang menjadikan agresi sebagai 'jalan hidup', kekerasan relatif tidak terdengar di Kerobokan. Perkosaan juga jarang.Masalah terbesar yang dihadapi napi Barat hanyalah kesehatan dan kondisi sanitari yang menurut standar Barat, cukup buruk. Meskipun di penjara ada dokter, namun mendapatkan perawatan dokter spesialis atau dokter gigi butuh waktu lama, kadang-kadang berbulan-bulan. Penanganan sakit gigi bisa makan waktu lama dan biasanya hasilnya adalah mencabut gigi itu dibandingkan menambalnya.Dan dengan berbekal uang setara 60 dolar Australia, napi bisa mendapatkan toilet bergaya Barat yang dipasang di sel mereka. Mereka juga bisa membeli dipan kayu.Sebagian besar napi Australia bertahan hidup dengan menyantap makanan yang dibelikan keluarga dan teman-teman. Para napi ini juga memiliki kompor gas di sel mereka untuk memasak daging dan sayuran segar. Fasilitas empuk lainnya adalah remisi (pengurangan masa hukuman) yang rutin diberikan oleh pemerintah Indonesia. Pemerintah memiliki aneka jenis remisi, misalnya saja remisi tiap 17 Agustus dan hari raya keagamaan. Belum lagi bila napi itu pernah donor darah, menjadi tokoh napi, dsb, maka remisi kian banyak mengucur. Dengan demikian, masa hukuman bisa berkurang cukup banyak.Yang menarik, meski napi Australia telah dikembalikan ke negerinya, remisi ini akan tetap dinikmati mereka. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads