7.200 Personel Gabungan TNI-Polri Jaga Demo BBM di DPR dan Patung Kuda

ADVERTISEMENT

7.200 Personel Gabungan TNI-Polri Jaga Demo BBM di DPR dan Patung Kuda

Anggi Muliawati - detikNews
Selasa, 06 Sep 2022 09:05 WIB
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin usai melakukan pengamanan demo kenaikan harga BBM di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (5/9/2022).
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin (Rizky Adha Mahendra/detikcom)
Jakarta -

Massa dari elemen buruh dan mahasiswa akan demo menolak kenaikan harga BBM di depan gedung DPR RI dan Patung Kuda, Jakarta Pusat, hari ini. Polisi menyiapkan personel pengamanan untuk mengawal kelancaran aksi di lokasi.

"Di DPR kita siapkan 3.200 personel gabungan TNI-Polri. Di Patung Kuda sekitar 4.000-an (personel)," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin saat dihubungi, Selasa (6/9/2022).

Komarudin mengatakan hari ini ada 11 elemen yang akan melakukan aksi di Jakarta Pusat. Ia mengatakan massa demo tersebar di 7 titik.

"Hari ini ada 11 elemen yang akan turun di 7 titik. Namun hanya ada sekitar 4 atau 5 elemen yang menyuarakan masalah BBM, selebihnya tidak ada tidak terkait masalah BBM," katanya.

Massa Diimbau Waspadai Penyusup

Lebih lanjut Komarudin mengimbau para peserta aksi untuk menjalankan demo dengan damai. Para peserta aksi diminta selalu waspada adanya penyusup.

"Silakan menyampaikan aspirasi karena itu diatur dalam UU, tentunya agar menyampaikan aspirasi dilakukan secara tertib saling menghormati hak-hak pengguna jalan yang lain, dan tentunya bisa saling menjaga, khususnya kepada para koordinator lapangan diperhatikan antisipasi adanya penyusup-penyusup," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan pihaknya akan melakukan aksi unjuk rasa pada 6 September 2022. Demo buruh membawa tiga tuntutan ke gedung DPR RI.

"Aksi ini diorganisir Partai Buruh dan organisasi serikat buruh, petani, nelayan, guru honorer, PRT, buruh migran, miskin kota, dan organisasi perempuan di 34 provinsi. Aksi serentak akan dilakukan di kantor gubernur," ujar Said Iqbal dalam keterangan tertulis, Senin (5/9).

Aksi ini untuk menuntut pembentukan panja atau pansus BBM agar harga BBM diturunkan. Aksi akan dimulai pukul 10.00 WIB.

Berikut ini 3 tuntutan massa aksi:
1. Tolak kenaikan harga BBM;
2. Tolak omnibus law UU Cipta Kerja; dan
3. Naikkan UMK 2023 sebesar 10-13%.

Simak Video 'Kendaraan Taktis Siaga Jelang Demo Tolak Kenaikan BBM di DPR':

[Gambas:Video 20detik]




(mea/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT