Korban Flu Burung Lebih Banyak Berusia Muda
Minggu, 02 Jul 2006 09:43 WIB
Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendapatkan temuan mengejutkan. Ternyata Flu Burung (Avian Influenza) lebih membawa resiko kematian bagi korban berusia muda.Hal ini disimpulkan WHO dalam analisa 200 kasus yang dirilis untuk publik seperti dikutip New York Times, Minggu (2/7/2006). Para ahli WHO menemukan rata-rata usia korban Flu Burung adalah 20 tahun.Tingkat kematian tertinggi sebesar 73 persen berada pada pasien berusia 10-19 tahun. Tingkat kematian keseluruhan mencapai 56 persen. Tingkat kematian usia muda yang tinggi adalah pola yang pernah terjadi dalam wabah Flu Spanyol 1918.Menurut Direktur Center for Infectious Disease Research and Policy at the University of Minnesota, Dr. Michael T. Osterholm, hanya sedikit orang yang memiliki antibodi terhadap virus Flu Burung. "Akibatnya tidak banyak korban yang bisa sembuh seutuhnya," ujarnya.Korban Flu Burung meninggal akibat "badai Sitokin" atau malreaksi dari sistem kekebalan tubuh yang membanjiri paru-paru dengan cairan. Sedangkan, orang dewasa memiliki sistem kekebalan yang lebih baik lagi.WHO terus melacak perkembangan virus ini. Mereka mencoba memperkirakan kapan virus bermutasi dan segera membuat vaksinya untuk mencegah pandemi.Tingkat kematian akibat Flu Burung telah meningkat 3 kali lipat tahun 2006 ini. Indonesia dengan 39 kematian resmi, sebentar lagi akan melampaui Vietnam dengan total korban 42 orang. Vietnam sendiri tidak mengalami kasus Flu Burung tahun ini.
(fay/)











































