Pemkot Depok Akan Sidak Harga Pangan di Pasar Usai Harga BBM Naik

ADVERTISEMENT

Pemkot Depok Akan Sidak Harga Pangan di Pasar Usai Harga BBM Naik

Dwi Rahmawati - detikNews
Senin, 05 Sep 2022 14:32 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Supian Suri.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Supian Suri (Dwi/detikcom)
Depok -

Pemkot Depok akan mengecek harga pangan di pasar hingga supermarket setelah pemerintah menaikkan harga BBM. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Supian Suri berharap harga pangan di pasar masih di bawah harga eceran tertinggi (HET).

"Ya kita akan lakukan itu (sidak), termasuk pasar murah kita coba akan menjajaki seperti apa. Biar masyarakat tidak terlalu kesulitan," kata Supian di gedung DPRD Kota Depok, Senin (5/9/2022).

"Khususnya terkait dengan masalah pangan dan kebutuhan pokok Insyaallah di Depok stok aman. Mudah-mudahan kita pada angka eceran di bawah HET, kita akan di bawah itu dengan pasar tradisional, supermarket, minimarket," kata Supian.

Supian mengatakan saat ini Pemkot Depok berupaya memaksimalkan penggunaan 2 persen anggaran dana alokasi umum (DAU). Adapun tingkat inflasi Kota Depok saat ini berada di angka 4,49.

"Jadi bagaimana kita menyikapi mudah-mudahan masyarakat tidak terlalu kesulitan dalam kondisi ini khususnya terkait dengan masalah pangan dan kebutuhan pokok. 4,49 lumayan tinggi, mudah-mudahan kita bisa, kita masih di bawah Tasik sih ya. Tapi kita akan coba upayakan (menekan inflasi)," kata Supian.

Pemerintah Resmi Naikkan Harga BBM

Diketahui, pemerintah resmi menaikkan harga BBM jenis Pertalite, solar, dan Pertamax. Penetapan kenaikan ini diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Sabtu (3/9).

Subsidi BBM itu, kata Jokowi, akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran.

"Dan sebagian subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran. Bantuan langsung tunai (BLT) BBM sebesar Rp 12,4 triliun yang diberikan kepada 20,65 juta keluarga yang kurang mampu sebesar Rp 150 ribu per bulan dan mulai diberikan bulan September selama 4 bulan," kata Jokowi.

Menteri ESDM Arifin Tasrif merinci harga BBM yang naik. Pertalite dari Rp 7.650 per liter jadi Rp 10 ribu per liter, solar subsidi dari Rp 5.150 per liter jadi Rp 6.800 per liter, dan Pertamax nonsubsidi dari Rp 12.500 per liter jadi Rp 14.500 per liter.

(idn/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT