Kapolda DIY : Pelayanan Dilakukan di Tenda Darurat
Sabtu, 01 Jul 2006 15:45 WIB
Yogyakarta - Meski beberapa kantor Polsek di wilayah Polda DIY rusak akibat gempa bumi pada tanggal 27 Mei 2006 lalu, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan di tenda-tenda darurat. Saat ini banyak kantor Polsek di wilayah Bantul, Kota Yogyakarta, Sleman, Kulonprogo dan Gunungkidul yang ikut rusak. "Pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasa meski kantor rusak " kata Kapolda DIY Brigjen Bambang Aris Sampurno Djati kepada wartawan seusaimenjadi inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 60 Bhayangkara di Polsek Pleret Bantul, Sabtu (1/7/2006).Menurut Bambang, pasca gempa pelayanan masyarakat tetap berjalan optimal meski dengan berbagai kondisi yang ada karena banyak bangunan yang ikut rusak. Seperti di Polsek Piyungan Bantul, meski bangunan roboh pelayanan dilakukan di tenda darurat yang dibangun di halaman mapolsek. "Kami juga mendapat bantuan tambahan personil dari Polda Jatim, Jateng dan Jabar sehingga semua dapat berjalan lancar. Bahkan mereka juga diperbantukan ikut membersihkan puing-puing reruntuhan. Sebab saat itu banyak keluarga anggota Polda DIY yang ikut jadi korban," katanya.Bambang mengatakan difokuskannya kegiatan HUT Bhayangkara ke-60 di lokasi gempa di Pleret merupakan pilihan yang tepat. Sebab Pleret merupakan salah satuwilayah yang mengalami kerusakan sangat parah akibat gempa bumi. "Kegiatan saat ini kita sesuaikan dengan tema, yakni Polisi Mitra Masyarakat sehingga dapat langsung bersentuhan dengan masyarakat baik untuk membantukorban dan kegiatan lain yang mendukung untuk rehabilitasi korban gempa," katanya.Bambang meminta agar masyarakat tetap tenang dan tetap menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak terpancing adanya isu-isu yang menyesatkan. Sebab saat ini berkembang banyak isu di masyarakat yang menjadi korban gempa seperti adanya gempa susulan, akan adanya desa yang tenggelam dan suara-suara misterius di dekat aliran sungai."Isu-isu itu sangat meresahkan sehinga perlu disikapi dengan arif. Jangan sampai masyarakat jadi bingung. Mereka sudah menderita oleh keadaan oleh keadaan saat ini. Ini harus diantisipasi sedini mungkin, agar tidak timbul kekacauan," pintanya.Selain upacara yang dipusatkan di Pleret kata Bambang, jajaran kepolisian sudah menggelar berbagai kegiatan bakti sosial di lokasi bencana baik di wilayah Bantul maupun di Gunung Merapi di Cangkringan Sleman. Di wilayah desa-desa di kecamatan Pleret, Jetis dan lain-lain sejak dua hari lalu dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis kepada semua korban gempa oleh Bidokkes Polda DIY.
(jon/)











































