Awan Panas Tak Muncul, Tren Merapi Menurun

Awan Panas Tak Muncul, Tren Merapi Menurun

- detikNews
Sabtu, 01 Jul 2006 14:10 WIB
Sleman - Meski Gunung Merapi tidak mengeluarkan awan panas, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) masih menetapkan Merapi berstatus Awas. Saat ini ada kecenderungan bila aktivitas Merapi mulai menurun. Menurunnya aktivitas itu ditunjukkan dengan menurunnya jumlah guguran lava pijar dan luncuran awan panas. "Meski masih fluktuatif, kondisi Merapi dalam tren menurun," kata Kepala Seksi Merapi, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Subandriyo, Sabtu (1/7/2006). Menurut dia, sejak pukul 00.00-06.00 WIB, berdasarkan pengamatan visual dari Pos Kaliurang, Deles Klaten dan pos pengamatan lainnya, awan panas dan guguran lava pijar tidak teramati. Bahkan di data seismograf, awan panas, gempa fase banyak maupun gempa vulkanik tidak ada. Hanya gempa guguran sebanyak 53 kali dan gempa tektonik 1 kali. "Tidak teramatinya awan panas dan guguran lava juga disebabkan oleh cuaca yang berkabut di puncak Merapi sejak Jumat malam hingga Sabtu dinihari," katanya. Dia mengatakan selama 6 jam pada jam yang sama, terlihat adanya penurunan jumlah guguran lava pijar yang teramati. Pada hari Jumat (30/6/2006) kemarin terjadi guguran lava sebanyak 74 kali. pada hari ini terjadi kurang dari 50 kali ke arah Kali Krasal dan Gendol dengan jarak maksimal 2 kilometer. Awan panas yang teramati pada hari Jumat kemarin dari Deles, terjadi sebanyak 3 kali ke arah Kali Gendol dengan jarak 3 km. Teramati pula dari Pos Babadan Magelang, sebanyak 1 kali ke arah hulu Kali Sat dengan jarak 2,5 km. Sedangkan awan panas yang tercatat di data seismograf sebanyak 12 kali. "Hari ini, belum teramati, karena cuaca yang berkabut sejak pagi hingga siang," katanya. Meski ada tren menurun kata Subandriyo, pihaknya terus melakukan pemantauan Merapi dari berbagai pos pengamatan. Hal ini penting dilakukan karena Merapi saat ini boleh dikatakan mengalami fase erupsi yang cukup panjang. "Petugas di Deles dan Kaliurang terus mengamati perkembangan Merapi terutama di sektor selatan yang masuk wilayah Gendol yang merupakan wilayah dominan terjadinya guguran lava. Demikian pula yang ke arah Kali Krasak maupun Boyong juga terus diamati," katanya. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads