Tak Ada Antrean, Stok Revvo 89 di 2 SPBU Vivo Jakbar Kosong

ADVERTISEMENT

Tak Ada Antrean, Stok Revvo 89 di 2 SPBU Vivo Jakbar Kosong

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 04 Sep 2022 18:15 WIB
SPBU Vivo di Jakbar
SPBU Vivo di Jakbar (Karin/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah resmi menaikkan harga bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi jenis Pertalite kemarin siang. Oleh karena itu, tak sedikit warga yang beralih ke bensin yang lebih murah.

Di pasaran masih ada jenis BBM yang lebih murah dari Pertalite, yakni Vivo Revvo 89. Harga bensin tersebut dibanderol senilai Rp 8.900 per liter dari sebelumnya Rp 9.290 per liter.

Pantauan detikcom sekitar pukul 16.35 WIB, di salah satu SPBU Vivo Kedoya yang berlokasi di Jl Panjang, Kedoya Utara, Jakarta, Barat, tidak terlihat antrean mengular di lokasi ini. Bahkan dalam papan harga pun tidak tercantum adanya bensin Revvo 89.

SPBU Vivo di JakbarSPBU Vivo di Jakbar (Karin/detikcom)

Dalam papan tersebut hanya tercantum harga untuk Revvo 95 seharga Rp 16.100 dan Revvo 92 seharga Rp 15.400. Ditanya secara terpisah, petugas SPBU mengatakan saat ini stok bensin Revvo 89 kosong.

"89 kosong mbak, adanya yang 92 sama 95," ucap salah satu petugas ketika ditemui di lokasi, Minggu (4/9/2022).

Kemudian, detikcom mencoba menyambangi gerai SPBU Vivo lainnya yang berlokasi di Jl Raya Daan Mogot, Tanjung Duren, Jakarta Barat, sekitar pukul 16.55 WIB. Namun, stok bensin jenis Revvo 89 pun kosong.

"Kosong kak kalau 89," kata salah satu petugas.

Sama halnya dengan SPBU Vivo Kedoya, papan di lokasi ini hanya mencantumkan harga bensin Revvo 92 dan Revvo 95. Tak terlihat informasi harga bensin Revvo 89.

Diketahui, pemerintah resmi menaikkan harga BBM jenis Pertalite, solar, dan Pertamax. Penetapan kenaikan ini diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Sabtu, (3/9).

Subsidi BBM itu, kata Jokowi, akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran.

"Dan sebagian subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran. Bantuan langsung tunai (BLT) BBM sebesar Rp 12,4 triliun yang diberikan kepada 20,65 juta keluarga yang kurang mampu sebesar Rp 150 ribu per bulan dan mulai diberikan bulan September selama 4 bulan," kata Jokowi.

Menteri ESDM Arifin Tasrif merinci harga BBM yang naik. Pertalite dari Rp 7.650 per liter jadi Rp 10.000 ribu per liter, solar subsidi dari Rp 5.150 per liter jadi Rp 6.800 per liter, dan Pertamax nonsubsidi dari Rp 12.500 per liter jadi Rp 14.500 per liter.

Simak juga Video: Imbas Kenaikan Harga BBM, Tarif Bus di Terminal Bungurasih Melonjak

[Gambas:Video 20detik]




(ain/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT