Warga Lereng Merapi Nekat Beraktivitas di Daerah Terlarang

Warga Lereng Merapi Nekat Beraktivitas di Daerah Terlarang

- detikNews
Sabtu, 01 Jul 2006 11:39 WIB
Sleman - Meski Gunung Merapi masih berstatus awas dan luncuran awan panas masih sering terjadi, warga di lereng Merapi nekat melakukan aktivitas di daerah-daerah yang selama ini dilarang oleh petugas Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta.Warga di Desa Umbulharjo dan Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta masih saja melakukan aktivitas ke hutan lereng Merapi. Padahal wilayah ini dilarang untuk dinaiki. Demikian juga warga di sebelah timur Kali Gendol yang sudah masuk wilayah Klaten, nekat melakukan aktivitas menambang pasir di Kaliadem yang berjarak hanya sekitar 6 km dari arah puncak Gunung Merapi.Padahal, BPPTK sudah berkali-kali menyarankan agar warga menjauhi sepanjang aliran Sungai Gendol hingga 7-8 km dari arah puncak karena dinilai masih berbahaya. Namun, desakan kebutuhan hidup membuat warga nekat dan tidak mengindahkan larangan. Bahkan penambangan pasir berlangsung 24 jam.Sementara itu, aktivitas Gunung Merapi hari ini, Sabtu (1/7/2006) tampak menurun dibanding hari-hari sebelumnya. Rekaman seismograf, telah terjadi gempa guguran tercatat sebanyak 53 kali dan gempa tektonik satu kali. Sementara untuk lava pijar dan awan panas juga masih terus terjadi meski tidak sebesar hari-hari sebelumnya.Berdasarkan data tersebut , BPPTK Yogyakarta masih menyatakan status Merapi sampai saat ini masih "Awas Merapi". BPPTK belum bisa memastikan kapan status akan diturunkan mengingat kasus Kaliadem-Bebeng beberapa hari lalu, awan panas meluncur besar saat status "Siaga Merapi". (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads