Benarkah Koesmayadi Jadi Target Bisnis Senjata Gelap?
Sabtu, 01 Jul 2006 10:37 WIB
Jakarta - Penemuan 147 senjata dan puluhan ribu amunisi di kediaman pribadi Waaslog KSAD almarhum Brigjen TNI Koesmayadi di Jalan Pangandaran V nomor 15 Ancol membuat heboh masyarakat. Tidak hanya kalangan internal TNI saja yang terkejut, presiden hingga para menteri, kalangan DPR dan masyarakat umum juga heran dengan kasus tersebut.Banyak yang bertanya-tanya, dari mana senjata tersebut dan akan digunakan untuk apa senjata dan amunisi tersebut? Sebelum KSAD Jenderal TNI Djoko Santoso mengumumkan penemuan senjata tersebut, sempat beredar di masyarakat berbagai isu yang menyerankam. Senjata tersebut akan digunakan untuk kudeta dan membuat kerusuhan. Lho kok?Isu ini menyebar diduga terkait masih adanya sisa-sisa rivalitas di tubuh TNI sejak menjelang pergantian panglima TNI sepeninggal Jenderal Endriartono Sutarto. Maklum saja ada yang mengaitkan kedekatan Koesmayadi dengan salah satu kubu yang menjadi calon kuat panglima TNI. Namun isu ini segera dibantah oleh KSAD, Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto maupun Menhan Juwono Sudarsono. bahkan sejumlah pengamat menilai terlalu jauh untuk mengaitkan kasus ini dengan isu kudeta ataupun kerusuhan. "Tidak rasional senjata itu untuk kudeta. Terlalu riskan menyimpan senjata di rumah bila keperluan untuk kudeta," kata pengamat militer MT Arifin saat dihubungi detikcom.Lalu untuk apa senjata sebanyak itu? Informasi yang berhasil dikumpulkan detikcom Sabtu (1/7/2006) dari sejumlah sumber di kalangan TNI AD memunculkan banyak versi. Namun sebagian besar menyimpulkan bila senjata tersebut diduga kuat untuk keperluan bisnis. Apalagi sejata senjata tersebut merupakan senjata organik yang selama ini dipakai oleh kesatuan TNI seperti M-16, MP-5 hingga jenis AK.Sebuah sumber menyebutkan tidak masuk akal jika orang-orang dekat Koesmayadi dan pimpinannya tidak tahu. "Di TNI itu komando. Kalau ada senjata organik yang masuk, biasanya atasan mengetahuinya. Saya kira sejumlah perwira tinggi AD sangat tahu mengenai keberadaan senjata ini," kata sumber tersebut.Banyaknya perwira tinggi yang mengetahui adanya jumlah senjata yang cukup banyak ini pula yang membuat keberadaan senjata cepat terungkap. Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto mengaku hanya beberapa jam setelah Brgigjen TNI Koesmayadi meninggal sudah mendapat informasi soal keberadaan senjata tersebut dan diteruskan ke KSAD untuk ditindaklanjuti.Muncul dugaan senjata di rumah Koesmayadi ini sudah lama menjadi target untuk diungkap. Hanya kapan waktunya untuk mengungkap kasus ini tampaknya menjadi kendala, hingga menunggu yang bersangkutan meninggal. "Sebab kalau alasan penarikan senjata sebagai prosedur tetap setiap anggota TNI aktif yang meninggal untuk segera menyerahkan semua inventaris kantor, tidak sampai ada penggeledahan. Biasanya, petugas layaknya bertamu ke rumah duka, dan meminta kepada keluarga untuk menyerahkan semua inventaris kantor. Kalau kasus ini kan TNI sudah sampai ke penggeledahan. Tampaknya sudah jadi target," tambahnya.
(jon/)











































