Tentang BLT yang Diserahkan Jokowi hingga Alasan Harga BBM Naik

ADVERTISEMENT

Tentang BLT yang Diserahkan Jokowi hingga Alasan Harga BBM Naik

Widhia Arum Wibawana - detikNews
Minggu, 04 Sep 2022 14:47 WIB
Tentang BLT yang Diserahkan Jokowi hingga Alasan Harga BBM Naik
Tentang BLT yang Diserahkan Jokowi hingga Alasan Harga BBM Naik (Foto: Tangkapan Layar YouTube Setpres)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM kepada masyarakat. BLT BBM itu dibagikan dalam upaya membantu masyarakat dalam menghadapi kondisi harga BBM naik.

BLT BBM Diserahkan Jokowi

Presiden Joko Widodo menjanjikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM kepada masyarakat kurang mampu. BLT BBM yang dibagikan itu adalah sebesar Rp 600 ribu untuk 20,6 juta penerima. Diketahui, BLT BBM dengan total sebanyak Rp 12,4 triliun itu sudah mulai dibagikan oleh pemerintah sejak Rabu (31/8/2022).

Dilansir laman Kemensetneg RI, Presiden Jokowi didampingi Ibu Iriana telah menyerahkan BLT BBM untuk pertama kalinya di Kantor Pos Cabang Sentani, Kabupaten Jayapura, pada Rabu (31/8/2022). Pada kesempatan yang sama, BLT Jokowi itu juga telah disalurkan kepada peserta Program Keluarga Harapan (PKH).

"Hari ini kita telah memulai pembagian BLT BBM yang diberikan kepada masyarakat selama 4 bulan, per bulannya diberikan Rp 150 ribu, jadi totalnya Rp 600 ribu, dan diberikan dua kali, 300, 300. Hari ini telah dimulai di Kantor Pos Kabupaten Jayapura, di Sentani, Jayapura," ujar Jokowi dilansir Kemensetneg, Rabu (31/8).

Selain di Papua, Jokowi membagikan BLT BBM di Maluku dan Lampung. Jokowi menyebutkan pembagian BLT BBM ini sudah berjalan baik dan sistemnya berjalan lancar.

"Pagi hari ini kita kembali memberikan BLT BBM untuk Provinsi Lampung," kata dia dalam keterangan pers, di YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (3/9).

Jokowi menyebutkan pemerintah akan terus-terusan bergerak untuk membagikan BLT BBM ini di semua kota dan kabupaten. Total BLT BBM yang diterima oleh masing-masing penerima sebesar Rp 600 ribu. Penyaluran BLT BBM ini dalam rangka menopang daya beli masyarakat.

BLT BBM Disalurkan Guna Tingkatkan Daya Beli Masyarakat

Dalam keterangannya yang dikutip dari Kemensetneg RI, Presiden Jokowi menerangkan bahwa BLT BBM akan disalurkan kepada 20,6 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Bantuan tersebut, menurut Jokowi, diberikan pemerintah guna meningkatkan daya beli masyarakat di tengah ancaman krisis global saat ini.

"Agar daya beli masyarakat, konsumsi masyarakat menjadi lebih baik," kata Jokowi, dilansir Kemensetneg, Rabu (31/8).

Selain kepada 20,6 juta penerima manfaat, Presiden Jokowi juga menyatakan bahwa BLT BBM juga diberikan kepada para pekerja dengan jumlah nominal yang sama.

"Jadi selain pemberian BLT BBM kepada 20.600.000 penerima manfaat, juga diberikan subsidi BBM bagi para pekerja, juga sebesar Rp 600 ribu untuk kurang lebih 16 juta pekerja," lanjutnya.

Sementara itu, Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya agar seluruh penerima manfaat BLT Jokowi dapat menerima bantuan tersebut.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga telah menyampaikan bahwa pemerintah akan menyalurkan bantuan sebagai bentuk pengalihan subsidi BBM sebesar Rp24,17 triliun dengan mekanisme penyaluran bantuan ditentukan oleh Kementerian Sosial.

BLT BBM dan Alasan Harga BBM Naik

Pada Sabtu (3/9/2022), Presiden Joko Widodo secara resmi telah mengumumkan kenaikan harga BBM. Jokowi mengatakan subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran.

"Harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian," kata Jokowi, Sabtu (3/9/2022).

Jokowi mengatakan dirinya sebenarnya ingin harga BBM di dalam negeri tetap terjangkau dengan memberikan subsidi APBN. Namun, Jokowi mengatakan anggaran subsidi BBM terus naik.

"Tetapi anggaran subsidi dan kompensasi BBM tahun 2022 telah meningkat 3 kali lipat dari Rp 152,5 triliun menjadi Rp 502,4 triliun dan akan meningkat terus," kata dia.

Jokowi menjelaskan bahwa subsidi BBM lebih banyak digunakan kelompok ekonomi mampu yakni sebanyak 70%. Hal itulah alasan kenaikan harga BBM yang menjadi pilihan terakhir pemerintah.

"Seharusnya uang negara itu diprioritaskan untuk memberi subsidi kepada masyarakat yang tidak mampu. Dan saat ini pemerintah harus membuat keputusan di waktu yang sulit," ujar Jokowi.

(wia/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT