Akan Ada Koesmayadi Baru?
Sabtu, 01 Jul 2006 06:16 WIB
Jakarta - Penemuan 145 puncuk senjata, 28 ribu amunisi, 9 granat dan 28 teropong memang menghebohkan. Kontras menilai tidak tertutup kemungkinan masih banyak penyimpanan senjata seperti yang terjadi di kediaman (alm) Brigjen Koesmayadi.Hal ini dimungkinkan karena tidak ada mekanisme kontrol terpusat yang efektif oleh pemerintah dalam hal ini Menteri Pertahanan. Penemuan senjata itu menunjukkan lemahnya kontrol negara pemerintah dan Menhan."Karena tidak mungkin suatu individu memiliki senjata sedemikan banyak. Syaratna sangat sulit dan ada beberapa institusi yang harus dilalui seperti polisi, BIN dan TNI," ujar Kepala Litbang Kontras Edwin Partogi kepada detikcom di Kantor Kontras, Jalan Borobudur, Jakarta, Jumat (31/6/2006).Siapa pemilik asli dari senjata itu masih menjadi pertanyaan buat Edwin. Namun Edwin mengatakan Koesmayadi pernah bertugas di wilayah konflik seperti Papua dan Timor Timur."Sehingga tidak menutup kemungkinan barang-barang tersebut mengindikasikan penyelundupan senjata ke daerah konflik," katanya.Ke depan untuk mengantisipasi hal seperti itu diperlukan adanya audit terhadap pengadaan senjata. Tak hanya di lingkungan AD tetapi di setiap angkatan. "Karena jika tidak, tingkat keamanan menjadi lebih rendah," tutur Edwin.
(ddn/)











































