Ba'asyir: Syariat Islam Harga Mati
Jumat, 30 Jun 2006 17:30 WIB
Jakarta - Ketua Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba'asyir mendesak pemerintah mulai dari presiden hingga kepala desa menegakkan syariat Islam. Alasan Ba'asyir, hanya dengan menegakkan syariat Islam akan menyelamatkan bangsa dan negara dari keterpurukan."Syariat Islam itu harga mati. Saya itu tidak keras. Yang keras itu ayat," kata Ba'asyir saat menyampaikan ceramahnya dalam acara Silaturahmi Umat Islam dan Tablig Akbar di Masjid Al Istiqomah, Jalan Citarum, Bandung, Jumat (30/6/2006).Hadir dalam acara tersebut sekitar 1.000 umat Islam Bandung. Tampak hadir pula pimpinan Ponpes Darut Tauhid Abdullah Gymnastiar atau sering dipanggil AA Gym.Saat berpidato, Ba'asyir tampak segar. Bicaranya bersemangat. Ia tampil dengan pakaian panjang dan peci putih seperti penampilannya selama ini."Umat Islam harus terus menggalang semua kekuatan untuk menegakkan syariat Islam dengan jalan tidak melanggar UU. Partai politik Islam juga harus melakukan reformasi menegakkan syariat Islam," ujarnya berapi-api.Ba'asyir mengaku, saat ini ponpesnya sudah tidak lagi mengalami pengintaian. Ia mengakui sering diingatkan oleh kawan dekatnya untuk tidak bersikap keras terhadap isu-isu penting, sehingga intel-intel akhirnya tidak lagi mendekatinya.
(jon/)











































