Mantan PM Timor Leste Tolak Panggilan Kejaksaan
Jumat, 30 Jun 2006 16:53 WIB
Dili - Mantan Perdana Menteri (PM) Timor Leste menolak memenuhi panggilan tanya jawab seputar tuduhan keterlibatannya dalam penyelundupan senjata yang telah menyebabkan kejatuhannya. Mari Alkatiri berdalih bahwa dirinya masih memiliki kekebalan hukum.Alkatiri malah menemui sekitar 1.000 pendukungnya yang menginap di area Universitas Dili setelah melakukan longmarch di ibukota Dili."Kita semua saudara," kata Alkatiri seperti dikutip kantor berita Associated Press, Jumat (30/6/2006).Alkatiri pun mengimbau para pendukungnya untuk tidak ikut serta dalam aksi kekerasan. Di depan massa, Alkatiri berujar bahwa mereka tidak perlu membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan umum lebih awal. Padahal dua hal itu dianggap Presiden Xanana Gusmao bisa membebaskan negara itu dari kekisruhan politik dan kerusuhan.Alkatiri meletakkan jabatan PM pada 26 Juni lalu terkait tuduhan bahwa dirinya mengetahui tentang senjata-senjata yang didistribusikan ke para milisi sipil yang ditugaskan untuk menghabisi musuh-musuh politiknya. Alkatiri telah membantah tudingan itu.Alkatiri seharusnya dipanggil untuk ditanyai pada Jumat 30 Juni ini. Namun Jaksa Umum Longuionhos Monteiro mengatakan, dirinya telah menerima surat dari Alkatiri mengenai penundaan pemeriksaan dikarenakan tim pembelanya belum kembali dari luar negeri.Dalam surat itu, Alkatiri juga menyatakan bahwa dirinya kebal dari tuntutan hukum karena masih menjadi anggota parlemen. Monteiro pun berniat untuk meminta penghapusan kekebalan.
(ita/)











































