Sebelum Waaslog KSAD, Koesmayadi Jabat Aslog Kostrad
Jumat, 30 Jun 2006 16:50 WIB
Jakarta -
Soal logistik, Alm Brigjen TNI Koesmayadi ternyata memang "macannya". Pangkat kemiliterannya boleh saja jalan di tempat. Namun posisinya selalu "basah".Logistik dalam kemiliteran terkait erat dengan tugas operasional, utamanya di lapangan. Ini mencakup pengadaan senjata dan amunisi serta berbagai peralatan militer lainnya."Sebelum wakil asisten logistik (waaslog) KSAD, dia adalah asisten logistik (aslog) di Kostrad. Jadi memang lebih banyak di situ, tapi dia orang operasional," ungkap Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto yang ditemui di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (30/6/2006).Koesmayadi diketahui sangat lama menjabat Waaslog KSAD sejak periode Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu menjabat sebagai KSAD pada 2002.Jika sebelumnya Koesmayadi menjabat Aslog Kostrad seperti dikatakan Panglima, itu artinya pria yang menutup mata di usianya yang ke-53 ini memang sudah malang melintang soal urusan logistik militer.Apalagi jenderal bintang satu ini disebut-sebut sering bolak-balik Aceh.Koesmayadi meninggal pada 25 Juni 2006 karena sakit jantung. Tiba-tiba saja namanya jadi "ngetop" setelah info yang beredar melalui SMS pada 29 Juni menyebutkan penemuan ratusan senjata dan puluhan ribu amunisi di rumahnya.Spekulasi beredar, antara lain dugaan ada rencana makar, kudeta, bisnis senjata ilegal, korupsi. Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto meredamnya dengan menyatakan penyelidikan segera dilakukan.Siapa dan bagaimana Koesmayadi? Ternyata Sekretaris Pokja Pertahanan Komisi I DPR Ade Daud Nasution punya kesan khusus terhadapnya.Koesmayadi, disebut Ade, tidak pernah berani ke DPR menghadiri rapat kerja untuk periode 2004-2009 karena banyak kasus. Nama Koesmayadi juga pernah ada dalam pengadaan pesawat yang bermasalah. Pangkatnya pun jalan di tempat."Padahal di tentara tour of duty itu biasa setiap dua tahun. Tetapi ini tidak, dan dia tidak pernah naik jabatan menjadi Aslog KSAD. Ini aneh," cetus Ade.Harta Koesmayadi juga cukup membuat terperangah. Ini terungkap setelah kesatuan Koesmayadi mendata barang-barang inventarisir dinas pasca-wafatnya Koesmayadi.Koesmayadi tercatat memiliki aset rumah di Kompleks Rafflesia, Cibubur, Jakarta Timur. Rumah di kawasan elit seharga ratusan juta hingga miliaran rupiah ini menjadi tempat Koesmayadi menghembuskan nafas terakhir.Lalu dia juga memiliki rumah di kompleks elit di Puri Marina, Ancol, Jakarta Utara. Di rumah mewah inilah ditemukan 145 senjata (SS1, M16, MP5 dan AK), 9 granat, 28.985 amunisi, dan 28 teropong.Ada juga rumah yang terletak di kawasan Jalan Gatot Soebroto, Kuningan, Jakarta Selatan. Tapi ini merupakan rumah dinas perwira tinggi TNI AD.Sekarang soal kendaraan. Ada Toyota Land Cruiser, KIA Pregio, dan jeep bak terbuka. Tapi ketiga mobil ini milik dinas dan segera ditarik kembali.Kendaraan yang dimiliki secara pribadi oleh Koesmayadi tercatat adalah Honda Odessey dan Honda CRV. Lulusan Akabri tahun 1975 ini berstatus duda.Karier militer yang pernah dijalaninya adalah sebagai Kepala Staf Korem 172 Trikora, Wakil Komandan Pusat Latihan Tempur Resimen Infantri Kodam Jayapura, Komandan Kompi Senapan Batalyon Infantri 744 Timtim dan Komandan Peleton Batalyon Infantri 744 Timtim.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































