Menhan: Banyak yang Main Sendiri di Tiap Angkatan TNI
Jumat, 30 Jun 2006 16:08 WIB
Jakarta - Penemuan senjata dan amunisi di kediaman pribadi Waaslog KSAD almarhum Brigjen TNI Koesmayadi membuka ketidakberesan kepemilikan senjata di tubuh TNI AD. Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono berpendapat kasus ini sebagai imbas pengadaan senjata beberapa tahun terakhir yang melibatkan sejumlah oknum di tiap angkatan yang main sendiri. Berikut petikan wawancara wartawan dengan Menhan Juwono Sudarsono di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (30/6/2006):Telah ditemukan senjata dan amunisi di kediaman almarhum Brigjen TNI Koesmayadi. Bagaimana pendapat Bapak?Sekarang, sesuai keterangan KSAD tadi malam, itu sedang ditangani Mabes AD dan diserahkan ke Puspom AD untuk diselidiki kejanggalan-kejanggalan yang berhubungan dengan senjata di rumah yang bersangkutan.Bagaimana sistem pengawasan senjata?Sekarang saya dengan Pak Sjafrie (Sekjen Dephan), irjen dan dirjen menangani dari policy saja. Supaya kebijakan satu pintu dalam pengadaan alutista ditertibkan. Itu yang kita laksanakan. Ini adalah perkembangan beberapa tahun lalu yang belum sempat kita tuntaskan untuk segi kebijakan dan administrasinya.Aturan main seperti apa?Aturan setiap angkatan mengajukan saja ke Mabes TNI dan Dephan. Baru kita tentukan mekanisme satu pintu melalui Dealing Center Management (DCM) yang dipimpin oleh Sekjen Dephan. Tapi kita tahu beberapa tahun terakhir banyak yang main sendiri di tiap angkatan dan satuan TNI. Itulah yang kita bina agar satu pintu itu benar-benar terlaksana. Tetapi kita butuh waktu.Main sendiri maksudnya apa?Banyak rekanan-rekanan, terutama sebelum embargo dicabut, banyak sekali yang dilaksanakan.Sanksi dan ancamannya apa?Ancaman sesuai prosedur hukum yang berlaku. Nanti kita lihat dari segi ketertiban administrasinya.Sebenarnya kebutuhan senjata bagi TNI berapa?Kalau untuk TNI itu tidak pernah cukup karena anggarannya terbatas. Tetapi yang kita ingin menertibkan jenis saluran atau jaringan yang tidak resmi yang berhubungan dengan tiap-tiap angkatan dan satuan.Apakah indikasi pengumpulan senjata yang dilakukan almarhum Koesmayadi untuk kudeta?Itu masih dalam tahap penyelidikan Puspom AD. Kita serahkan kepada Puspom AD. Apakah Dephan melakukan inventarisasi lagi terhadap senjata yang kemungkinan masih tercecer?Di setiap angkatan AD,AL dan AU sudah kita minta setiap permintaaan harus disesuaikan dengan kebutuhan yang nyata di setiap angkatan. Target penertiban sampai kapan? Sudah dilakukan oleh Sekjen dan Kasum TNI untuk mendaftarkan semua jenis rekanan baik dalam maupun luar negeri, yang rekam jejaknya bagus kita pertahankan. Tapi yang diragukan kita coret daftarnya.
(jon/)











































