Panglima Soal Koesmayadi:
Please Sabar, Jangan Spekulasi
Jumat, 30 Jun 2006 15:22 WIB
Jakarta - Dugaan rencana makar, kudeta, atau sekadar bisnis ilegal dan korupsi bermunculan setelah ditemukannya ratusan senjata dan puluhan ribu amunisi di rumah Waaslog KSAD Alm Brigjen TNI Koesmayadi. Panglima berharap semua pihak bersabar dan tidak berspekulasi."Proses sedang berjalan untuk diselidiki lebih lanjut. Jadi please sabar. Kita akan terbuka," janji Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto yang ditemui di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (30/6/2006).Keterbukaan TNI dalam kasus ini, lanjut dia, terbukti dengan langkah KSAD Jenderal TNI Djoko Santoso yang menggelar jumpa pers pada Kamis 29 Juni malam untuk memaparkan penemuan senjata tersebut."KSAD menyampaikan itu secara terbuka kepada wartawan. Itu bukti kita sangat transparan, sejalan dengan apa yang kita inginkan untuk TNI ke depan," ujar Panglima.Ada indikasinya korupsi atau makar? "Belum. Jangan kita spekulasi sejauh itu dulu. Jangan merugikan mereka dulu. Kita ikuti saja. Kita akan terbuka," pintanya.Salah ProsedurMeski demikian ditegaskan Panglima, keberadaan senjata dan amunisi di rumah Koesmayadi melanggar ketentuan."Oh iya, prosedur penyimpanan jelas salah. Senjata kan tidak mungkin sekianbanyak ditempatkan di rumah. Itu sudah pasti. Salah satu prosedurpenyimpanan, penggudangan, lalu meng-handling bagaimana, apalagi senjata," ujarnya.Seharusnya bagian mana yang mengetahui keberadaan senjata? "Kebetulan almarhum kan di jajaran logistik, pengadaan, kemudian mungkin intelijen juga harus bekerja nanti untuk pengamanannya," kata Panglima.
(sss/)











































