Senpi Ditumpuk Setelah Atau Sebelum Koesmayadi Wafat?
Jumat, 30 Jun 2006 15:09 WIB
Jakarta -
Ditemukan 145 senpi di rumah Wakil Asisten Logistik Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Waaslog KSAD) Alm Brigjen TNI Koesmayadi menyisakan tanda tanya besar. Spekulasi pun bermunculan."Ini harus diusut apa dia seorang kolektor atau ada maksud lain. Ini juga juga harus dipertanyakan. Apa senjata ditumpuk sebelum dia meninggal, atau oleh orang lain ditumpuk sesudah dia meninggal dengan maksud untuk mendiskreditkan dia atau orang yang terkait dengan dia," kata anggota DPR Permadi.Hal ini disampaikan dia di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (30/6/2006)."Ini (mendiskreditkan orang) pernah terjadi di era Benny Moerdani (Pangab/Menhankam era Soeharto) dan Rudini (KSAD era Soeharto), hal-hal semacam itu," ujar Permadi tanpa merinci lebih lanjut.Pria yang kerap mengenakan pakaian serba hitam ini juga menduga Koesmayadi dijadikan korban."Mungkin dia dijadikan korban. Dia kan sudah meninggal, karenanya tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan," cetus politisi PDIP ini.
(aan/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































