Universitas Pancasila Buka Suara Terkait Bentrok Antarmahasiswa

ADVERTISEMENT

Universitas Pancasila Buka Suara Terkait Bentrok Antarmahasiswa

Mulia Budi - detikNews
Jumat, 02 Sep 2022 10:37 WIB
Polisi siaga di depan Universitasa Pancasila, Jakarta Selatan usai bentrok antarmahasiswa, Kamis (1/9/2022) malam.
Polisi siaga di depan Universitasa Pancasila, Jakarta Selatan usai bentrok antarmahasiswa, Kamis (1/9/2022) malam. (Foto: dok. Polisi)
Jakarta -

Bentrok antar-mahasiswa terjadi di kampus Universitas Pancasila (UP), Lenteng Agung, Jakarta Selatan (Jaksel) tadi malam. Pihak Universitas Pancasila buka suara terkait kejadian tersebut.

"Semalam tidak ada tawuran, hanya ada kesalahpahaman," ujar Kabiro Humas & Ventura Universitas Pancasila, Putri Langka, saat dikonfirmasi, Jumat (2/9/2022).

Menurut Putri, persoalan antar-mahasiswa itu dapat diselesaikan dengan cepat sebelum meluas.

"Tapi sudah bisa terselesaikan sebelum terjadi dampak yang lebih luas," katanya.

Putri menjelaskan kesalahpahaman yang dimaksud adalah gegara helm. Salah satu mahasiswa menduga helmnya diambil, namun akhirnya ditemukan.

"Sempat ada mahasiswa yang diduga 'mengambil helm', rupanya bukan mengambil tapi terambil karena bentuknya sama. Akhirnya diketahui bahwa helm keduanya ada dan tidak ada yang hilang, akhirnya reda semua ketegangan," paparnya.

Putri mengatakan kesalahpahaman antar-mahasiswa itu sudah selesai. Menurutnya, polisi sengaja diundang untuk menjaga situasi agar tetap kondusif.

"Polisi kita undang untuk jaga situasi tetap kondusif dan mahasiswa sudah pulang ke rumah masing-masing dan permasalahan sudah selesai," ujarnya.

Sementara itu, Putri membantah adanya peristiwa pengeroyokan yang memicu bentrokan. Meski begitu, pihaknya masih akan mendalami lebih lanjut dan akan memberikan tindakan tegas jika ditemukan adanya kekerasan.

"Tidak ada pengeroyokan, tapi kejadian ini masih kita pelajari lebih lanjut. Apabila ada kekerasan yang terjadi akan kami tindak sesuai aturan yang ditetapkan. Di kami semua mahasiswa sudah tanda tangan kesediaan untuk menjaga aturan-aturan kampus antara lain tidak melakukan kekerasan, tidak konsumsi narkoba, dll," jelas Putri.

Putri menegaskan, Universitas Pancasila akan memberikan sanksi dari yang paling ringan hingga berat bagi mahasiswa yang melanggar aturan.

"Jadi kalau sampai ditemukan ada yang melakukan kekerasan akan dikenakan sanksi akademik, mulai dari yang paling ringan misalnya skorsing sampai yang paling berat dikeluarkan," ungkapnya.

Baca di halaman selanjutnya: pemicu bentrokan.

Simak juga 'Demo Tolak Kenaikan BBM di NTB Ricuh, Mahasiswa-Polisi Bentrok':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT